spot_img

Kabut Asap di China Kini Kepung Shanghai

MENARAnews, Asia – Kabut asap di wilayah China semakin merajalela. Setelah mengepung Beijing pada pekan lalu, kabut asap kini telah sampai ke wilayah Shanghai dan berada pada titik yang paling berbahaya sejak Januari tahun ini.

Kondisi ini mengakibatkan pemerintah China mengeluarkan kebijakan menutup sekolah, jalanan, pekerjaan bangunan dan aktivitas pabrik juga telah dibatasi pemerintah, seiring dengan semakin pendeknya jarak pandang

Pada Selasa (15/12/2015), Shanghai diselimuti asap berwarna keabuan dengan indeks kualitas udara yang mencapai diatas level 300. Level tersebut membuat asap semakin berbahaya karena dapat berdampak jangka panjang bagi kesehatan 20 juta masyarakat Shanghai.

Hal ini dikarenakan, level PM 2,5, yaitu unsur polutan berbahaya yang terkandung dalam udara Shanghai sudah mencapai angka 285. Berdarsarkan data yang dirilis oleh Kementrian Luar Negeri Amerika Serikat, kondisi ini adalah rekor tertinggi yang tercatat sejak awal tahun.

Menyikapi hal ini, Pemerintah Shanghai mengeluarkan “peringatan kuning”. Ini adalah peringatan tertinggi setelah merah dan oranye. Untuk itu, warga Shanghai diminta untuk berdiam diri di rumah.

“Gara-gara asap, anak saya jadi gampang sakit-sakitan, ia kadang mengalami hidung tersumbat dan batuk,” ujar Valen Wang, ibu rumah tangga berusia 40 tahun seperti dilansir Reuters. (ADF)

{adselite}

 

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,043PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles