BNPB Kalteng Terima Bantuan 14 Kendaraan Operasional

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Setelah menyalurkan bantuan peralatan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kalteng saat terjadinya bencana kebakaran hutan, lahan dan pekarangan di Kalteng beberapa waktu lalu. Kini BNPB Pusat kembali memberikan bantuan pada BNPB Kalteng untuk penanganan bencana yang mungkin saja terjadi.

Kepala BNPB Kalteng, Brigong Tom Moenandaz menyebutkan, pihaknya saat ini telah menerima bantuan dari BNPB Pusat berupa tiga unit mobil rescue, satu unit mobil serbaguna, dua unit mobil tanki dan delapan unit motor jenis trail. Kendaraan-kendaraan operasional itu nantinya akan disalurkan ke kabupaten-kabupaten yang tersebar di Kalteng.

“Kita bersyukur dan sangat berterimakasih dengan adanya bantuan dari pihak BNPB pusat ini. Di samping bantuan kendaraan operasional, juga ada bantuan untuk antisipasi bencana banjir namun masih dalam perjalanan,” beber Brigong kepada awak media, Kamis (3/12) siang.

Bantuan yang masih dalam perjalanan tersebut di antaranya adalah perahu karet, perahu lipat dan juga bantuan logistic untuk antisipasi penanganan bencana yang terjadi ke depan. “Tapi kita berharap semoga tidak ada bencana lagi ke depannya,” tukasnya.

Ditambahkan Brigong, untuk bantuan unit mobil rescue tersebut akan diserahkan kepada kabupaten-kabupaten yang rescuenya baru terbentuk seperti Kabupaten Murung Raya, Seruyan dan untuk Palangka Raya sendiri. Sementara dua unit mobil tanki dibagi untuk kabupaten Lamandau dan juga untuk provinsi.  

“Motor trail ini nantinya digunakan untuk membantu gerakan anggota kita di lapangan supaya cepat dalam menginvestigasi. Jika mendapat laporan, maka dengan segera bisa ditangani,” ujarnya.

Dikatakannya, penyerahan dilakukan apabila seluruh bantuan sudah terkumpul sesuai dengan data ceklistnya. Terlebih dahulu dilakukan penyelesaian dalam administrasinya.

“Setelah itu kita panggil perwakilan BNPB kabupaten/kota untuk membuat surat perjanjian bahwa bantuan telah diserahkan dan menjadi tanggungjawab mereka dalam pengelolaannya. Kemudian suratnya dikirim ke BNPB pusat,” urainya. (Agus Fataroni)

Editor : Ruadhatul N.

Comments
Loading...