WIBAWA : Lima Tahun Ke depan Tidak Ada Lagi Asap

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Kondisi kabut asap akibat pembakaran hutan, lahan, dan atau pekarangan yang terjadi selama dua bulan terakhir, tentunya menimbulkan dampak yang cukup luas bagi masyarakat, baik di sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan dan dampak lingkungan. Tentunya hal ini merupakan tugas berat bagi Pemerintah Daerah yang akan terpilih nantinya.

Meski upaya telah dilakukan oleh Pemprov Kalteng, namun masih dianggap belum mampu mengatasi kabut asap yang terjadi setiap tahunnya. Bahkan dikabarkan kabut asap sejak tujuh belas tahun tahun lalu sudah melanda wilayah Kalteng. Kendati demikian, pasangan calon Gubernur Kalteng nomor urut 2 Willy M. Yoseph besama dengan Wahyudi K.Anwar berjanji jika nanti terpilih sebagai pemimpin di Kalteng bencana ini tidak akan terulang lagi.

“Kami pasangan Willy-Wahyudi kedepanya akan berupaya mecegah terjadinya kabut asap terulang lagi. Banyak konsep-konsep pakar yang ditawarkan ke kami untuk mencegah terjadinya asap di Kalteng,” jelas Willy M.Yoseph pada kegiatan Dialog Visi dan Misi Calon Gubernur Kalteng yang diselelenggarakan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kalteng, Senin (16/11/2015) di Hotel Aquarius Palangka Raya.

Dikatakannya, yang pertama dilakukan dalam menanggulangi bencana kabut asap adalah persiapan anggaran, Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai serta menggunakan alat yang nantinya akan dipersiapkan dalam mencegah timbulnya asap. Berdasarkan pengalaman kemarin ungkap Willy, yang menjadi permasalahan utama adalah tidak adanya ketersedian anggaran yang memadai, sehingga kedepanya harus sudah dianggarkan dalam APBD.

“Pemerintah nantinya juga akan melakukan penyuluhan dan sosialisasi bagaimana petani tidak membuka lahan dengan cara membakar. Mungkin nanti kita turunkan alat berat untuk membantu masyarakat dalam mengelola lahan, dan ini sudah ada dalam program yang kita tawarkan yakni satu set alat berat bagi daerah terisolir atau terpencil, selain untuk infrastruktur, bisa saja digunakan untuk membuka lahan,” jelas Willy kembali.

Tidak hanya itu, pihaknya juga akan menyiapkan alat-alat pemadam kebakaran yang statis, teknologi, serta sumur-sumur yang berada di lahan gambut. sehingga nantinya bisa digunakan untuk memadamkan lahan yang terbakar. Menurut Willy, adanya kerjasama dan koordinasi antara Pemerintah Daerah dengan masyarakat dalam mencegah dan menangani kabut asap sangat diperlukan sekali dalam upaya mencegah adanya kabut asap ke depan.

Disisi lain Wahyudi K.Anwar menambahkan, berdasarkan pengalaman menjadi Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) selama 2 periode, dirinya mengatakan kondisi tanah gambut berada di wilayah Kalteng bagian selatan, termasuk Kotim.

“Pemimpin yang tidak antisipatif, tentunya bisa mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Langkah awal untuk mencegah itu, dengan adanya koordinasi kepada masyarakat, atau pengusaha khususnya perkebunan seperti melakukan sosialisasi adanya kondisi kemarau yang berpotensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” jelas Wahyudi.

Pihaknya juga akan membetuk tim serbu api dilengkapi dengan peralatan. Tidak hanya itu petugas yang melaksanakan kegiatan ini juga akan diberikan dana yang sudah dianggarkan dalam APBD.

Pantauan di lapangan, kegiatan dialog tersebut bukan hanya dihadiri oleh pasangan WIBAWA, tapi juga dihadiri pasangan nomor urut tiga yakni Ujang Iskandar tetapi tanpa kehadiran Calon Wakil Gubernur Kalteng Jawawi. Sementara pasangan calon nomor urut satu tidak hadir dalam kegiatan. (Arliandie)

Editor : Raudhatul N.

 

Comments
Loading...