Tolak PP No. 78 Tahun 2015, Buruh Akan Mogok Masal

 

MENARAnews, Medan – Ratusan buruh yang menamakan dirinya dari  Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) kembali menggeruduk  kantor Gubernur Sumatra Utara, Jalan Diponegoro, Rabu (18/11). Sama seperti sebelumnya, mereka menuntut pemerintahan Jokowi-JK untuk mencabut PP. No. 78 Tahun 2015 tentang pengupahan.

Buruh hadir membawa tiga mobil komando lengkap dengan sound system. Mereka mulai berorasi di depan gerbang kantor Gubsu dari pukul 13.30. Dalam orasinya, salah satu orator mengatakan, pemerintahan Jokowi-JK telah melakukan penindasan terhadap buruh dengan memberlakukan PP No. 78 Tahun 2015.

“Pemerintahan Jokowi-JK telah menindas buruh, mereka tidak memikirkan nasib buruh yang masih jauh dari standar hidup layak,” teriak orator dari pengeras suara.

Koordinator Daerah FSPMI Deli Serdang, Budi Syafriansyah mengatakan, saat ini pihaknya tetap melakukan aksi penilakan peraturan pemerinrah tersebut sampai pemerintahan Jokowi-JK mau mencabutnya.

“Kita anggap pemerintah sudah mengkebiri pengupahan buruh di Indonesia, sistem pengupahan ini sudah mematikan buruh secara tidak langsung dan merugikan rakyat Indonesia juga,” ujarnya saat ditemui disela-sela aksi.

Aksi ini juga untuk menuntut kenaikan UMK sebesar 25% – 35%. Bagi pihaknya, kenaikan upah sebesar Rp. 100.000, dianggap tidak mencukupi kebutuhan hidup untuk kedepannya.

“Dengan kenaikan upah yang cuma segitu, sudah pasti kita tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup kedepannya.” katanya.

Saat ini buruh sudah dirugikan dengan penetapan PP. No. 78 Tahun 2015. Kedepan buruh tidak akan bisa hidup dengan terus diberlakukannya peraturan ini.

Apabila nantinya pemerintah tidak mencopot peraturan ini, sudah dipastikan buruh akan melakukan aksi besar-besaran. “Buruh diseluruh Indonesia akan melakukan aksi mogok nasional,” tegasnya.

Aksi mogok nasional akan dilakukan mulai tanggal 24-27 November dan serentak diseluruh Indonesia. Buruh bersama Aliansi Gerakan Buruh Indonesia melakukan gerakan mogok masal untuk melumpuhkan aktivitas produksi di masing – masing pabrik.

Selain itu, buruh akan melakukan sweeping di kawasan-kawasan Industri yang ada di Sumatra Utara. “Ini adalah bentuk amarah buruh terhadap pemerintahan yang telah menyengsarakan nasib kami,” ujar Budi.

Setelah lama berorasi, Buruh bergerak ke Lapangan Merdeka untuk menghadiri Konsolidasi Akbar deng

an aliansi buruh, guna membahas rencana mogok masal yang akan mereka laksanakan. (yug)

{adselite}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,034PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles