spot_img

Tim Relawan Ujang-Jawawi Datangi Kantor KPU Kalteng

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Tim relawan Ujang- Jawawi (UJ), Jum’at kemarin (20/11/2015) mendatangi Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi untuk menyampaikan keberatannya atas pencoretan pasngan nomor urut Tiga menjadi calon Gubernur dan Wakil gubernur kalteng yang akan bertanding pada 9 Desember 2015 mendatang.

Tim Relawan yang dikoordinatori oleh Rusdi menyampaikan tiga maksud dan tujuannya mendatangi KPU Kalteng untuk menyampakan keberatannnya atas pencoretan pasangan nomor urut tiga yang diputuskan oleh DKPP.

“Pertama kami  menyampaikan keberatan, kepada KPU kalteng, KPU RI, kenapa Ujang-Jawawi dicoret dari pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, dan kami merasa terzolimi, Kedua KPU RI kami anggap tergesa-gesa menindaklanjuti putusan DKPP, dan DKPP tidak secara gamblang bahwa harus mengeluarkan Ujang-Jawawi dari pencalonan hanya mengoreksi surat ketetapan yang mengakibatkan tiga komisioner tersebut diberhentikan sementara,” tuturnya saat dibincangi MENARAnews di halaman Kantor KPU, Jumat (20/11/2015).

Dijelaskannya, sesuai dengan Undang-Undang No 8 tentang penghilangan hak seseorang untuk dipilih dan memilih maka pihaknya akan melakukan upaya hukum.

Kami juga akan menyampaikan kepada masyarakat atau pendukung kami bahwa kami akan melakukan upaya hukum apabila memang sesuai dengan kajian kami itu pidana maka kami akan mempidanakan KPU RI yang sesuai dengan UU No 8 tersebut,” lanjutnya.

Ketika ditanya apakan ini sebagi sekenario dari Paslon lain, pihaknya juga tidak berani menyimpulkan apakah ini ada sekenario dari pasangan lain yang selama ini berseteru dengan pasangan nomor tiga tersebut.

“Sepanjang persidangan DKPP segala bukti dan argumentasi KPU kalimantan Tengah selalu dikonsultasikan dengan KPU RI, artinya KPU RI menyetujui ketika Ujang –Jawawi sebagai calon gubernur dan wakil gubernur,” tukasnya.

Pihaknya juga sangat menyayangkan KPU RI tidak memberi sanggahan atau bantahan pada berjalannya sidang DKPP, terutama saat Paslon urut nomor tiga dinyatakan dicoret dari penncalonan.

“Dalam DKPP itu ada unsur KPU RI, dan dalam sidang waktu itu KPU RI yang dihadiri Ibu Ida tidak bisa melakukan bantahan sedikit pun terhadap keputusan DKPP, itu yang sangat kita sayangkan waktu itu, apakah ada konpirasi atau seperti apa kita tidak tahu, namun ini dirasa tidak adil bagi kami,” jelasnya.

Penetapan Ujang sebagai tersangka, pihak relawan belum mendengarnya, dan itu pun urusan internal Ujang Iskandar, pasalnya tim relawan hanya melanjutkan dan mengurus atas tercoretnya Ujang sebagai calon Gubernur.

“Sepengetahuan kami seorang calon boleh menjadi tersangka sebelum  menjadi terdakwa dan sudah ditetapkan, dan itu semua urusan beliau sementara kami disini hanya mengurus tentang pencalonan,” tukasnya.

Imbuhnya, Kami akan berusaha dan akan tetap berjuang hingga pencoblosan pada bulan Desember mendatang.

Sementara itu, Ketua KPU Kalteng Ahcmad Syar’i setelah melakukan pertemuan tertutupnya bersama perwakilan tim relawan ujang menyampaikan bahwa hasil pertemuan tertutup hanya lah penyampain keputusan.

“Kita hanya menyampaikan surat keputusan KPU RI, dan pihak tim relawan Ujang Iskandar akan melakuakan aksi damai pada hari senin mendatang,” ucapnya singkat.

Ketika ditanya mengenai apakah KPU provinsi akan terus melakukan pemilihan dengan tiiga calon tersebut atau mengikuti keputusan DKPP. “Kalau menurut undang-undang keputusan DKPP adalah final mengikat jadi tidak ada pilihan bagi kita,” imbuhnya.(Agus Fataroni)

Editor : Ruadhatul N.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,045PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles