spot_img

Tantangan SDM Baru Untuk Menghadapi Persaingan Global

MENARAnews, Surabaya (Jatim) – Salah satu lembaga konsultan terbesar di Indonesia Drs. J. Tanzil & Associates menyelenggarakan HR Conference 2015 dengan tema “Tantangan Peran Baru SDM dalam Menghadapi Persaingan Global”. Seminar ini merupakan salah satu seminar terbesar di bidang bisnis, dimana tujuannya untuk memberikan solusi serta motivasi bagi pemangku kepentingan dalam mengelola SDM nya agar mampu memberikan kualitas pelayanan yang memuaskan demi mencapai tujuan organisasi.

Seminar ini menghadirkan beberapa pembicara yang sudah dikenal dan terpercaya di bidang bisnis dan konsultan seperti, Dahlan Iskan (Mantan Direktur Jawa Pos) yang juga pernah menjabat menteri BUMN di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Pambudi Haju Director Country HR grup Citibank Indonesia, Josef Bataona yang saat ini menjabat Direktur HR PT Indofood Sukses Makmur Tbk, I Novianingtyastuti salah satu Direktur PT. Karmacon unit bisnis yang berada di bawah lembaga konsultan Drs J Tanzil and associates company, Wahyu Intan Martina Managing Partner Konsultan GR dan Corporate Relation Management.

“Transformasi SDM dalam memberikan nilai tambah organisasi, fenomena-fenomena yang ada terkait dengan Manajemen Human Relation. Terdapat 5 tantangan perubahan dalam manajemen SDM adalah Globalization, Technology, Profitability to Growth, Intelectual Capital, dan Change More Change. Kemudian segala macam bentuk transformasi dapat terjadi karena berbagai hal yang mendasarinya. Kejelasan peran dalam sebuah struktur organisasi sangat perlu demi tercapainya tujuan perusahaan, ujar intan martina yang menjadi Ketua Pelaksana Seminar.

SDM yang mumpuni bernilai rendah maupun tinggi antara 5-9 sangat lah diperlukan bagi sebuah perusahaan. Untuk menjalankan sebuah perusahaan. sebanyak 5% yang mempunyai nilai 9 yaitu keahlian untuk memikirkan strategi serta rencana-rencana strategis perusahaan menggunakan pemikirannya. Untuk menjalankan ide dan pemikiran itu dibutuhkan karyawan bernilai 8 sebanyak 15 % untuk merumuskan pemikiran tersebut diatas, karyawan bernilai 7 adalah karyawan yang cukup cerdas dan mau berkeringat untuk menjalankan ide yang telah dirumuskan. Dalam membantu kerjanya diperlukan sekelompok suporter atau helper, menyediakan logistic serta dukungan lainnya.

“Sebuah perusahaan tidak membutuhkan semua karyawannya cerdas, karena akan menimbulkan ketidakseimbangan. Diperlukan 3 jenis karyawan yaitu pekerja, pemikir, dan pemimpin”, ujar Dahlan Iskan saat bertindak sebagai pembicara penutup dalam HR Conference III di Balroom Grand City Surabaya. (AHA)

{adselite}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,045PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles