spot_img

Ramadhan Pohan Ajak Wartawan Diskusi Dunia Jurnalisme

MENARAnews, Medan (Sumut) – Sesi diskusi mantan jurnalis senior Ramadhan Pohan dengan beberapa wartawan media cetak dan elektronik di Penang Corner, Medan, Senin (23/11).

Ramadhan Pohan mengajak beberapa kalangan jurnalis untuk duduk bersama dan berbagi seputar pengalamannya  sebagai wartawan sebelum terjun ke dunia politik. Ramadhan mengaku tertarik dengan dunia jurnalistik sejak duduk di bangku kuliah. Ia banyak menulis dan mengulas isu-isu politik bersama rekan-rekannya saat mahasiswa dulu.

Aktif di organisasi kampus mengantarkan jejaknya ke dunia jurnalis dengan banyak menulis opini dan kritikan kepada pemerintah saat masih berada pada rezim orde baru. Bahkan pada masa Ia masih mahasiswa beberapa tulisannya diterbitkan di beberapa media cetak yang sangat kritis dan tenar di kalangan penulis yang butuh proses seleksi yang sangat ketat.

Keuletan seorang Ramadhan Pohan membuat dirinya banyak diundang sebagai narasumber di beberapa forum diskusi dan seminar. Hal itu juga yang mengantarkan dirinya menjadi wartawan di media nasional yakni Jawa Post dan mengolah rubrik opini, karirnya melejit mendahului wartawan yang sudah lama berkecimpung di dunia jurnalis.

Lama terjun di dunia jurnalis juga sempat membuat dirinya meninggalkan studinya di Ilmu Politik Universitas Indonesia namun berhasil dilanjutkan setelah mendapat nasihat dari para seniornya. Ramadhan saat itu berprinsip lebih mementingkan wawasan dan pengalaman dibandingkan titel sarjana.

Karir Ramadhan Pohan semakin membintang pada saat Ia ditunjuk oleh Jawa Post untuk meliput di Bosnia-Herzegovina yang merupakan daerah rawan konflik. Bahkan pada saat menetap disana, Ia lebih memilih tinggal bersama bersama warga dan menyaksikan keadaan yang dialami oleh masyarkat setempat secara langsung.

Selain itu, Ramdhan Pohan juga banyak menyambangi berbagai negara di Eropa dan Amerika untuk melakukan liputan khusus, kehaliannya dalam dunia jurnalistik memang banyak diakui misalnya saja Adnan Buyung Nasution, Taufik Kemas dan tokoh-tokoh politik senior lainnya.

Niatnya maju mengwarnai pertarungan politik Kota Medan pada 9 Desember mendatang merupakan sebuah tantangan tersendiri baginya untuk menjadikan Kota Medan menjadi kota terbaik di Indonesia  Tekadnya muncul ketika melihat pembangunan Kota Medan yang stagnan dan tidak transparan. Langkah cepat yang Ia lakukan ketika menduduki kursi orang nomor satu di Kota Medan adalah menerapkan sistem good governance dengan reformasi birokrasi secara menyeluruh.

“Kita udah sumpek dengan Kota Medan ini, padahal banyak yang bisa dikembangakan dan banyak potensi yang ada di kota ini bukan malah dibangkitkan malah ditidurkan,” ucap pria yang pernah menjabat Pimpinan Redaksi koran Jurnal Nasional Jakarta itu.

Lebih lanjut, Ramadhan Pohan memiliki konsep Smart City yang diyakini akan membuat sistem birokrasi yang transparan serta lelang jabatan bagi yang ingin menduduki posisi penting seperti kepala dinas. Ramadhan Pohan meyakini dengan sistem lelang jabatan maka akan terlihat siapa yang benar-benar berkompeten memimpin dibidangnya dan akan berdampak pada efektivitas kinerja pemerintahan. (ded)

{adselite}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,043PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles