Perekaman dan Percetakan E-KTP Lumpuh

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Sudah hampir sepekan kondisi Listrik di Kota Cantik Palangka Raya teganggu karena beberapa tower SUTET yang roboh akibat angin kencang beberapa waktu lalu.

Tentu dampaknya sangat dirasakan oleh masyarakat luas salah satunya adalah Pelayanan yang  terjadi pada Kantor Kependudukan dan catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palangka Raya.Seperti yang dikatakan oleh Kepala bagian pendaftaran penduduk Drs H Lukmanul Hakim bahwa saat ini aktifitas Disdukcapil hanya sekitar sepuluh persen akibat listrik yang padam.

“Akibat listrik padam hampir 90% persen aktifitas pelayanan kepada masyarakat lumpuh total, sebab semua aktifitas disini haus menggunakan data base yang memelukan tegangan listrik yang besar,” ucapnya saat dibincangi MENARAnews di ruangannya, Kamis (12/11/2015).

Sementara yang bisa berlangsung saat ini hanya sekitar 10 persen saja seperti pengesahan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), atau menerima berkas permohonan perbaikan Kartu keluarga.

“Namun untuk surat permohonan perubahan tidak langsung bisa kami proses harus menunggu listrik hidup sehingga surat permohonan masyarakat bisa segera kami proses,” tukasnya.

Untuk proses pembuatan E-KTP juga sangat terganggu pasalnya yang biasanya dalam sehari bisa merekam hingga 80 orang, namun saat ini dalam satu hari bisa dikatakan hampir tidak melakukan perekaman.

“Untuk mesin cadangan kita memiliki dua buah genset namun tidak mampu untuk menghidupkan server yang biasa dipergunakan untuk mencetak dan juga memproses perekaman E-KTP,” jelasnya.

Imbuhnya, Pihaknya mengharapkan Listrik bisa segera kembali normal sehingga pelayanan kepada msyarakat bisa segera berjalan normal, pihaknya juga akan berupaya bekerja secara optimal saat lampu kembail hidup.

Sementara itu, Manajer PT. PLN Area Palangka Raya, Khairullah mengatakan untuk saat ini pihaknya tidak bisa mengupayakan untuk perkantoran bisa hidup pada siang hari, sebab jaringan yang ada tergabung juga dengan masyrakat umum.

“Bila kita berlakukan sistem untuk perkantoran hidup pada siang hari dan malam mati, ditakutkan masyarakat yang tergabung dengan jaringan tersebut melakukan protes, sehingga kita tidak bisa menerapkan itu, dan kita kan melakukan jam hidup dan mati secara propolsiaonal,” ucapnya saat dibincangi diposko PLN. (Agus Fataroni)

Editor : Raudhatul N.

{adselite}

Comments
Loading...