spot_img

Pagar Berduri Hadang Buruh di DPRD Sumut

MENARAnews, Medan (Sumut) – Ratusan buruh dari Komite Aksi Upah Buruh Sumatera Utara (KAU ABS) menyambangi kantor DPRD SU, Selasa (24/11). Para buruh melakukan serangkaian kegiatan mogok nasional yang akan dilakukan sampai tanggal 27 November 2015.

Kedatangan buruh ke kantor wakil rakyat adalah untuk menuntut wakil rakyat agar mau mencabut PP No. 78 Tahun 2015. Peraturan ini dianggap akan menyengsarakan buruh. Minggu saragih, Ketua KSPI Sumut dalam orasinya menyatakan dengan tegas untuk menolak pemberlakuan PP No. 78. Dirinya mengajak wakil rakyat untuk bersama sama memperjuangkan tuntutan mereka.

“Kepada wakil rakyat, perjuangkan nasib kami, kami memilih anda untuk memperjuangkan kami, jangan taunya hanya menampung aspirasi kami saja,”ujar Minggu dalam orasinya.

Para buruh, harus berhadapan dengan kawat berduri yang terbentang sepanjang pagar kantor DPRD SU. Bagi KAU ABS, dalam PP No 78 Pasal 44 kenaikan upah berdasar inflasi dan pertumbuhan ekonomi sudah bertentangan dengan UU Nomor 14 Tahun 2003. Dimana dalam pasal 88 Ayat 4, penetapan upah minimum berdasarkan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) dan memperhatikan pertumbuhan ekonomi serta produktifitas buruh.

Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) cabang Medan melalui ketua umumnya, Muslim menegaskan bahwa PP No 78 hanya akan mengebiri hak buruh. Pugaknya mendukung penuh kegiatan Mogok Nasional yang dilakukan para buruh. Bagi pihaknya, masalah kelas buruh saat ini, menjadi semangat mereka sebagai agen perubahan untuk turut berjuang dengan kelas buruh di Indonesia. 1

“Kami dari SMI mendukung penuh para buruh untuk mencabut PP No 78 Tahun 2015,” ujar muslim dari atas mobil komando.

Bagi SMI, PP Nomor 78 adalah masalah bersama kelas buruh Indonesia. Kenapa, karena sampai hari ini mutu kualitas buruh dengan tingkat pendidikan yang rendah tidak bisa bersaing dengan asing. Sejak pemerintahan SBY hingga Jokowi-JK, angka kenaikan upah buruh tidak sampai 11,5%.

Aksi dikawal ketat oleh petugas kepolisian. Setelah lama berorasi, massa bergegas menuju kantor gubernur Sumatera Utara untuk bergabung dengan buruh yang juga mengadakan aksi. (Yug)

{adselite}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,052PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles