KPU Kota Medan Ingin Tingkatkan Angka Pemilih Pemula

MENARAnews, Medan (Sumut) – KPU Kota Medan gelar sosialisasi Pilkada di Kampus FISIP USU, Selasa (17/11). Sosialisasi ditujukan kepada pemilih pemula khususnya mahasiswa. Mengusung tema “Anak Medan Jangan Golput”, sosialisasi dihadiri puluhan mahasiswa. 

Sosialisasi ini adalah hasil kerjasama Ikatan Mahasiswa Departemen Ilmu Politik FISIP USU dengan KPU Kota Medan. Dekan FISIP USU dalam sambutannya, menngucapkan terima kasih kepada KPU Kota Medan yang mau bekerja sama dengan kampusnya dalam melakukan pendidikan politik ke mahasiswa. “Kami berterimakasih kepada KPU Kota Medan yang sudah mau datang ke FISIP USU, untuk melakukan sosialisasi ke mahasiswa tentang pemilukada yang tinggal menghitung hari,”ujarnya. 

Komisioner KPU Kota Medan, Edy Suhartono mengatakan, agenda hari ini dilakukan untuk memastikan mahasiswa menggunakan hak politiknya pada pilkada Kota Medan.

“Karena selama ini banyak mahasiswa – mahasiswa, dengan alasan – alasan mereka tidak berada di Kota Medan, kemudian tingkat memilih, jadi kita pastikan untuk memilih pada hari H nanti,” ujarnya saat ditemui usai menjadi pembicara. 

Saat ini, bagi Edy, permasalahan menurunnya tingkat pemilih pemula diakibatkan oleh minimnya informasi yang didapatkan tentang pemilukada.

“Memastikan juga tahapan-tahapan atau hal – hal lain atau teknis, misalnya hari pencoblosan kemudian informasi calon dan apa yang harus mereka lakukan pada hari pencoblosan,” ujarnya. 

Edy berharap, pada hari pemilihan semua pemilih dapat hadir untuk menggunakan hak suaranya.

“Supaya mereka bisa hadir dengan suasana enjoy, bukan malah kemudian menghindari memilih liburan pada hari H, padahal kita pastikan hari liburan nanti diberikan agar digunakan mereka untuk mencoblos,” katanya.

Ditanyai soal minat pemilih pemula, Edy mengatakan, Kota Medan memiliki jumlah pemilih pemula yang tidak terlalu banyak. Jadi sosialisasi ini dilakukan untuk mengarahkan mereka menggunakan hak pilihnya pada pemilukada Kota Medan

Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah pemilih pada pilkada adalah, sedang maraknya kasus korupsi di Provinsi Sumatra Utara. Meskipun demikian para pemilih juga harus menggunakan hak pilih mereka, karena bagi Edy ini adalah untuk memilih pemimpin untuk lima tahun mendatang.

“Yang kita tatar adalah kesadaran mereka, bagaimana hak politik di negara kita ini harus dijalankan, terlepas ada fenomena seperti itu tadi,” pungkasnya.

Selain melakukan sosialisasi, IMADIP bersama KPU Kota Medan menggelar panggung musik dan deklarasi anti Golput dengan mahasiswa yang hadir pada gelaran tersebut.(yug)

{adselite}

Comments
Loading...