Komisioner KPU Tidak di tempat, Demo Relawan SOHIB Batal

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Rencana aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah Relawan Sugianto Sabran – Habib Said Ismail (SOHIB) di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalteng pada hari ini (6/11/2015) batal digelar. Sekretaris KPU Provinsi Kalteng, Regumi mengatakan tadi pagi dirinya mendapatkan laporan dari Polres Palangka Raya bahwa aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh relawan SOHIB ini batal dilaksanakan.

“Saat ini memang komisioner tidak ada di tempat, lagi ada kegiatan di Jakarta, mungkin hari ini datang dan kita juga terima laporan demonya tidak jadi dilaksanakan,” jelas Regumi saat dikonfirmasi MENARAnews Jum’at (06/11/2015) di Kantor KPU Provinsi Kalteng Jl. D.I. Panjaitan Kota Palangka Raya.

Lanjut Regumi, kemungkinan aksi ini tersebut akan dijadwalkan kembali, sembari menunggu komisioner menyelesaikan kegiatan di Jakarta. Kemungkinan Senin (9/11) atau Selasa (10/11) depan dijadwalkan ulang. Pantauan di lapangan sejak pukul 07.00 WIB sampai dengan 11.00 WIB kondisi seputar lingkungan Kantor KPU Provinsi Kalteng berjalan seperti biasanya, tidak ada gerombolan atau kumpulan massa yang terlihat.

Terpisah, Kapolres Palangka Raya AKBP Jukiman Situmorang menyampaikan tidak mengetahui persis alasan pembatalan aksi unjuk rasa tersebut. Namun, dirinya meminta kepada masyarakat agar menaati rambu-rambu yang berlaku saat melakukan aksi unjuk rasa.

“Sebelumnya aksi unjuk rasa terkait Pemilukada ini sudah dilaporkan Rabu (04/11/2015) ke kami. Sementara, berdasarkan aturan yang ada pelaporan aksi harus dilakukan minimal tiga hari sebelum pelaksanaan aksi,” tukas Jukiman.

Disinggung adanya penjadwalan aksi unjuk rasa lanjutan, mantan Kasubdit Tipikor Polda Kalteng, belum mengetahui hal tersebut. Jika memang ada, lanjut Jukiman misalnya hari senin, maka mereka harus memberitahukan ke pihak kepolisian setidaknya pada hari ini.

Sementara itu, penanggung jawab aksi damai relawan SOHIB Robert Stepanus dikonfirmasi mengatakan, alasan pembatalan tersebut dikarnakan efek negatif yang cendrung lebih banyak ketimbang dari azas manfaat yang dihasilkan.

“Sebenarnya dari kemarin kita sudah persiapan mas, tetapi setelah dipikir dampak negatignya lebih besar dibandingkan dampak positifnya seperti pembelajaran politik yang kurang baik,” jelas Robert dikonfirmasi via telepon.

Tujuan dari aksi tersebut, lanjutnya terkait dugaan dukungan palsu DPP PPP terhadap Paslon Ujang Iskandar – Jawawi (UJ) dan putusan KPU Kalteng yang meloloskan pasangan tersebut.

“Sebenarnya aksi yang direncanakan hari ini terkait tindak lanjut KPU Provinsi Kalteng terkait putusan dari Bawaslu Provinsi Kalteng dan saya dengan kalau hal ini masih diproses di pusat, jadi kita tunggu aja hasilnya, mungkin senin nanti putusannya sudah ada,” jelasnya.

Terkait adanya aksi lanjutan, Robert menegaskan pihaknya tidak akan melakukan aksi lanjutan dengan alasan lebih fokus terhadap kegiatan di lapangan. (Arliandie)

Editor : Raudhatul N.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Comments
Loading...