spot_img

Kantor KPU Kalteng Terbakar, Formulir Sengketa Pencalonan Ujang-Iskandar Diduga Ikut Terbakar

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Kepolisan Resort Palangka Raya saat ini tengah memeriksa 20 anggota polisi yang melakukan penjagaan di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalteng Jl. Jendral Sudirman Kota Palangka Raya.

Hal ini dilakukan untuk mendapatkan keterangan akibat terbakarnya ruangan penyimpanan berkas Pemilu sejak tahun 2010 hingga saat ini, Minggu (29/11/2015) dini hari.

“Kebakaran terjadi sekitar pukul 03.00 WIB dan berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.00 WIB. Untuk sementara ini, kita sudah mengambil keterangan saksi yang melihat kejadian terutama personil kita yang melakukan penjagaan di sana,” jelas Jukiman Sitomorang dikonfirmasi MENARAnews, Minggu (29/11/2015) di lokasi kejadian.

Saat ini, Lanjutnya, pihaknya juga sudah melukan koordinasi dengan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) dari Surabaya untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara.

“Kita sudah melakukan koordinasi dengan tim Labfor. Kalau tidak ada halangan, memungkinkan Tim Labfor akan datang hari ni,” jelasnya lagi.

Selain 20 anggota Kepolisan yang diperiksa, kata Jukiman, dirinya juga memastikan masyarakat yang kebetulan melihat kejadian tersebut akan dimintai keterangan guna melengkapi keterangan-keterangan yang berkaitan dengan kebakaran kantor KPU Provinsi Kalteng.

Sejauh ini, Kepolisian belum mengetahui pasti penyebab hangusnya sebagian kantor KPU Provinsi Kalteng yang menghilangkan beberapa arsip penting Pemilukada di Kalteng sebelumnya.

“Kita tidak bisa mengatakan hal-hal yang spekulatif, tentunya Tim Labfor yang bisa memastikan hal itu semua,” jelasnya menambahkan.

Pasca kejadian ini, Kepolisian sudah melakukan koordinsi dengan KPU Provinsi Kalteng, dan KPU Provinsi Kalteng memastikan agar arsip Pemilukada Gubernur/Wakil Gubernur Kalteng 2015 seperti Logistik dan sebagainya masih aman.

“Menurut pihak KPU Provinsi Kalteng berdasarkan keterangan resmi yang disampaikan ke kita, gudang yang terbakar tempat penyimpanan arsip Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2014. Untuk tahapan Pemilukada berdasarkan keterangan yang disampaikan KPU Provinsi Kalteng, tetap dilaksanakan,” ujar Jukiman lebih dalam.

Terbakarnya Kantor KPU Provinsi Kalteng menui tanda tanya beberapa masyarakat yang kebetulan melihat langsung di tempat kejadian. Mereka mengatakan kejadian terbakarnya kantor KPU Provinsi Kalteng terjadi seusai pelaksanaan debat kandidat dan pada saat menjelang pemungutan suara Pimilihan Gubernur Kalteng 9 Desember 2015 nanti.

Garang mengatakan kepada MENARAnews, terbakarnya Kantor KPU Provinsi Kalteng diduga kuat adanya upaya menggagalkan pemilihan Gubernur Kalteng.

“Ini menurut saya ada unsur kesengajaan, tapi kita tidak menuduh siapa-siapa, dan kewajiban Kepolisian untuk mencari siapa pelakunya,” ujar Garang.

Sementara itu, Suprapto selaku saksi mata pada saat kejadian mengatakan, dirinya melihat awal api terjadi minggu pagi tadi sekita pukul 03.00 WIB, dan berhasil dipadamkan sekitar pukul 05.00 WIB.

“Waktu saya ke kamar kecil, saya melihat ada api di gedung sebelah, saya panik mas, langsung saya bawa barang-barang yang bisa diselamatkan,” jelasnya.

Pantauan di lapangan, sekitar area kebakaran sudah terpasang pembatas polisi, dan tampak beberapa petugas pemadam kebakaran Kota Palangka Raya masih melakukan upaya pemadaman di beberapa titik api yang dimungkinkan berpotensi hidup kembali.

Sementara itu, berdasarkan informan yang tidak ingin disebutkan namanya, formulir B1-KWK pencalonan nomor urut tiga Ujang-Jawawi berada di ruangan tersebut. Kemungkinan ada pihak-pihak yang sengaja menghilangkan bukti yang berisi autentikasi tanda tangan Djan Faridz selaku Ketua DPP PPP. (Arliandie)

Editor : Raudhatul N.

 

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,052PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles