spot_img

Kadis Cipta Karya : Tanah Jalan Kenanga Milik Pemerintah

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Nasib Jalan Kenanga rupanya bakal menjadi kenangan. Pasalnya, isu penutupan jalan itu bukan lagi isapan jempol belaka sebab pihak Pemko Palangka Raya khususnya Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Perumahan tetap bersikukuh menutup jalan tersebut untuk pembangunan rumah jabatan (Rujab) Walikota Palangka Raya.

Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Perumahan Pemerintah Kota Palangka Raya, Rojikinoor membeberkan, pada hari Sabtu (30/10) lalu pihaknya sudah melakukan rapat dengan warga yang intinya membahas perihal penutupan Jalan Kenanga yang akan dilaksanakan di tahun 2016 mendatang.

“Tanah yang terletak di sebelah rujab itu adalah tanah pemerintah dan sudah memiliki sertifikat, sementara yang kata warga terdaftar itu hanya nama jalannya saja sedangkan tanahnya milik pemerintah daerah,” terang Rojikinoor ketika dihubungi MENARAnews via telfon seluler, Minggu (01/11/2015).

Dalam rapat itu juga disampaikannya, jika nama Jalan Kenanga akan dialihkan ke Jalan Kamboja yang terletak di belakang Gereja Advent. Artinya nama Jalan Kamboja diganti menjadi Jalan Kenanga tujuannya supaya nama jalan tersebut tidak hilang dan dengan tambahan pula jika jalannya akan diperbaiki serta diperlebar.

Pelebaran jalan pun ujarnya tentu membutuhkan tanah lagi, sehingga tanah warga yang terletak di sisi kiri Jalan kamboja itulah yang nanti akan dipakai untuk menambahnya.

“Namun tidak diminta seenaknya saja. Ada proses seperti pemberian ganti rugi bagi warga yang tanahnya terkena pelebaran jalan dan itu sudah kami siapkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Jarni salah satu perwakilan warga yang kembali ditemui mengatakan, apabila Jalan Kenanga dialihkan ke Jalan kamboja dan dilakukan pelebaran lagi belum tentu warga setuju untuk memberikan tanah mereka, walaupun ada ganti ruginya.

Jika warga tidak setuju memberikan tanahnya maka hal tersebut akan menimbulkan masalah baru, sedangkan warga di RT 02 RW V Kelurahan Langkai Kecamatan Pahandut sudah pernah memberikan tanahnya untuk membantu pelebaran jalan terdahulu.

Di sebelah kanan jalan itu ada tembok pembatas Gereja Advent, apakah mereka mau menggeser temboknya, berapa dana lagi yang akan mereka keluarkan kalau harus membangun tembok baru,” tanya Jarni.

Lagi pula ujarnya, Jalan Kenanga merupakan akses aman bagi warga pejalan kaki yang hendak melintas menuju sekolah, bahkan bisa dikatakan sebagai jalan pelajar karena banyak pelajar juga yang berlalu lalang.

“Kalau Jalan Cempaka itukan padat, sedangkan lewat jalan ini mereka tidak perlu menyeberang lagi dan mereka pun tidak harus khawatir ditabrak motor atau mobil karena memang aman untuk pejalan kaki,” tukasnya.

Namun, apabila Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Perumahan Pemerintah Kota Palangka Raya tetap bersikukuh menutup jalan, maka warga sekitar Jalan Kenanga dengan tegas menyatakan keberatan dan akan mengirim surat kepada pemerintah provinsi terutama gubernur untuk memprotes supaya jalan tidak ditutup.

“Hari ini (kemarin, red) kami sudah merencanakan dengan ketua RT untuk membuat spanduk yang berisi protes agar jalan tidak ditutup dan spanduk itu akan kami pasang di jalan masuk sampai bagian belakang Jalan Kenanga,” tegas Jarni. (Agus Fataroni)

Editor : Raudhatul N.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,050PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles