spot_img

Demi Hasilkan Program Kerja Terbaik, DPRD Tingkat II Pemko Medan Diduga Hamburkan Uang Rp. 300 Juta untuk Rapat di Hotel

MENARAnews, Medan (Sumut)  DPRD Tingkat II Pemko Medan, baru-baru ini diduga telah menghamburkan uang sebanyak  Rp. 300 juta untuk sekali rapat kerja tahun anggaran 2015 pada Kamis-Jumat, (29-30/10/2015) di Hotel The Hill Sibolangit.

Acara rapat tersebut dihadiri oleh Pj. Walikota Medan, Randiman Tarigan dan sejumlah pejabat Kepala Dinas Pemko Medan serta Kepala Kejaksaan Negeri Kota Medan (Kejari Medan).

Permasalahan pejabat yang mengadakan rapat diluar kantor menjadi polemik berkepanjangan sejak Presiden Jokowi sendiri berupaya melakukan pemangkasan terhadap anggaran-anggaran yang dinilai tidak perlu dan  tidak efesien melalui Surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Nomor 11 Tahun 2014. Tentang pembatasan aparatur melakukan pertemuan dan rapat diluar kantor.

Namun karena adanya pihak-pihak yang merasa dirugikan dengan adanya surat edaran tersebut, terutama pihak pengusaha hotel yang mengaku akan mengalami kerugian jika tidak ada aparatur yang melaksanakan rapat di Hotel atau cottage, pemerintah menyempurnakan kembali Surat Edaran tersebut dengan mengeluarkan  Permen PAN-RB Nomor 6 Tahun 2015 tentang Pedoman Pembatasan Pertemuan/Rapat Diluar Kantor yang tetap mengacu kepada efesiensi dan efektivitas aparatur.

Kabag Humas DPRD Tingkat II Pemko Medan, Hj. Liz Usman yang dikonfirmasi  Selasa (3/11) tentang penggunaan anggaran dengan pagu yang dianggap terlalu berlebihan diindikasikan salah satu penyebab kerugian Negara. Ia menyatakan, kalau Rapat tersebut merupakan usulan anggota Dewan yang sudah ditampung dalam anggaran APBD Pemko Medan tahun 2015 dan dalam hal ini juga telah dilakukan koordinasi dengan Menpan-TB yang memperbolehkan rapat tersebut diselenggarakan sesuai dengan Permen PAN- RB Nomor 6 tahun 2015.

“Tidak mubazirlah, hanya saja dananya tidak sampai habis 300 juta sekianlah, masih banyak sisanya dan sudah di block yang kemudian sisanya tentu akan kembali ke kas Pemko Medan dalam bentuk Silpa (Sisa lebih penghitungan anggaran). Lagi pula acaranya tidak fiktif sehingga tidak ada yang salah dalam penyelenggaraan rapat itu. Perlu diketahui jumlah kehadiran anggota DPRD-Pemko Medan kehadirannya juga mencapai 95 % dan Walikota Kota juga hadir, Kepala Dinas serta Kejari Medan ” jelas Hj Liz.

Menurut Kabag Humas DPRD Tingkat II Pemko Medan, alasan dipilihnya Hotel The Hill sebagai tempat rapat karena anggota Dewan memerlukan kenyamanan dan jauh dari kebisingan  untuk membahas berbagai materi rapat program kerja setahun.

Adapun materi bahasan yang diagendakan di Hotel The Hill terkait paparan program kinerja komisi-komisi dan alat kelengkapan, pembahasan tentang resiko hukum atas penyusunan dan pengesahan APBD, paparan tentang isu-isu strategis rencana pembangunan Kota Medan, paparan tentang DPRD dan informasi kinerja terhadap publik  serta diskusi alat kelengkapan dewan lainnya yang didampingi oleh staff ahli sampai kepada perumusan hasil kerja.(Jwt)

{adselite}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,052PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles