spot_img

DPRD Sumsel Desak Polda Segera Umumkan Nama Perusahaan Terlibat Kebakaran Hutan dan Lahan

MENARAnews, Palembang (Sumsel) – Setelah beberapa waktu lalu pihak kepolisian menyaatakan tengah melakukan penyelidikan terhadap perusahaan yang terlibat pembakaran hutan dan adanya berulang kali pihak TNI yang mendapatkan barang bukti, namun tetap saja keterbukaan publik agar nama-nama perusahaan tersebut diungkapkan belum terlaksana. Untuk itu, Komisi II DPRD Sumsel meminta pihak Polda Sumsel segera mengumumkan nama nama perusahaan yang terlibat pembakaran hutan/lahan di Sumsel tersebut (10/11).

Diungkapkan Ketua Komisi II DPRD Sumsel, Joncik Muhammad, setelah diumumkannya nama-nama perusahaan yang terlibat pembakaran hutan/lahan itu maka akan ada kepastian hukum. Dan dengan demikian warga masyarakat juga akan mengetahuinya.

“Pihak Polda Sumsel yang menangani hal tersebut agar segera mengumumkan perusahaan mana yang terlibat pembakaran lahan itu. Agar ada kepastian hukumnya,” ucap dia.

Masih kata Joncik, sekarang sudah banyak perusahaan yang sedang menjalani penyidikan dan penyelidikan. Namun memang menurut dia kemungkinan alasan  pihak Kepolisian enggan gegabah dalam menetapkan perusahan pembakar lahan karena memang prosesnya butuh waktu yang cukup panjang.

Akan tetapi, menurut politisi PAN ini, pihaknya di Komisi II juga akan melakukan pengawasan memantau perkembangan proses hukum perusahaan yang diduga melakukan pembakaran lahan. Mereka juga mendesak perusahaan mengindahkan kebijakan Presiden RI, Joko Widodo yang menginstruksikan perusahaan membuat kanal blok.

“Kalau ada perusahaan yang tidak mengindahkan itu dan tidak berpihak kepada kebijakan presiden, kita sayangkan. Akan kita lihat kembali apa motif dari perusahaan itu, dan bahkan akan teliti lagi tentang keberadaan perusahaan itu, soal izinnya, CSR nya kalau membangun kanal saja tidak mau,” tutup Joncik.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, adanya unsur kesengajaan dalam kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sumsel dalam beberapa bulan terakhir sepertinya memang bukan isapan jempol belaka karena Satgas Karhutla Sumsel, Rabu (4/11) lalu kembali menemukan 1 unit eksavator serta ratusan kubik kayu olahan diduga hasil illegal logging di sekitar konsesi PT Rimba Hutani Mas, Kab. Musi Banyuasin (Muba). (AD).

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,041PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles