Diskusi Publik Mahasiswa “Sumpah Pemuda Sebagai Refleksi Dalam Semangat Membangun Bangsa”

MENARAnews, Medan (Sumut)MENARAnews, bekerjasama dengan Ikatan Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara FISIP USU mengadakan diskusi publik yang bertemakan “Sumpah Pemuda sebagai Refleksi dalam Semangat Membangun  Bangsa”, Selasa (03/10).

Diskusi publik ini dihadiri oleh peserta dari berbagai Universitas di Medan diantaranya Universitas Dharmawangsa, Universitas Muhammdiyah, Universitas HKBP Nommensen, Universitas Islam Sumatera Utara, dan Universitas Medan Area.

Pembicara dalam acara tersebut diisi oleh Samson Sihombing (Ketua LSM Martabat DPW Sumut) dan Yurial, S.Sos (Dosen FISIP USU) serta Yenni Putri Sitorus (Moderator Diskusi Publik).

Samson Sihombing (Ketua LSM Martabat DPW Sumut) dalam materinya menjelaskan, bahwasannya saat ini pemuda harus dapat berpikiran logis namun kritis demi membangun bangsa karena pemuda adalah simbol dari radikalisme.

“Pemuda adalah kelompok yang sangat strategis, simbol kelompok radikal, pelopor atau pionir menuju kemerdekaan. Akan tetapi, setelah kemerdekaan sikap/perilaku pemuda semakin hancur. Pemuda dikatakan radikal karena pemuda masih memiliki jiwa yang labil dan mudah untuk diajak masuk ke ideologi-ideologi yang radikal” ujar Samson.

Selain itu, Samson juga berharap agar kedepannya pemuda dapat menjadi mediator terhadap permasalahan yang berkembang bukan menjadi provokator.

“Selain itu, Pemuda harus menjadi mediator (penghubung) terkait setiap permasalahan yang sedang berkembang, bukan menjadi provokator yang meneriakkan suara-suara yang tidak efektif dan efisien. Meningkatkan rasa Nasionalisme sebagai Pemuda kritis yang logis” imbuhnya di Aula FISIP USU.

Yurial, S.Sos (Dosen FISIP USU) menjelaskan bahwa, pancasila harus ditanamnkan sejak dini kepada seseorang karena hal tersebut adalah awal dari jiwa Nasionalis.

“Penanaman nilai-nilai Pancasila harus dimulai sejak dini. Supaya dapat melekat dan berkembang pada pemuda. Mengingat para Pahlawan memulai perjuangan Nasionalisnya di massa muda seperti Tan Malaka, Soekarno, Syahrir” ujar Yurial

Yurial juga menambahkan pemuda harus dapat bekerja secara tim dan terus belajar untuk meningkatkan pengetahuannya.

“Perkembangan di era sekarang dengan adanya dinamika. Pemuda harus membangun  dengan kerjasama tim secara responsif dan membantu perjuangan bangsa. Pemuda harus maju, pemuda itu kritis namun pemuda juga harus belajar guna membangun masa depan” imbuhnya di akhir materi.

Diskusi publik ini mendapatkan respon yang sangat positif dari peserta yang hadir. Mereka menilai mendapatkan materi yang sangat memotivasi untuk melakukan perkembangan terhadap diri mereka masing-masing. (sbp/rmy)

{adselite}

Comments
Loading...