spot_img

Diduga Karena Suarakan Aspirasi, Mahasiswa UISU Diskorsing dan Dipecat

MENARAnews, Medan (Sumut) – Suasana mencekam terjadi didepan Kampus Kedokteran UISU yang berada di Jalan Sisingamangaraja depan kantor PDAM Tirtanadi Sumut, Kamis (19/11). Puluhan aparat kepolisian berjaga disekitaran kampus. Tersiar kabar akan ada bentrokan terkait konflik Yayasan UISU yang berkepanjangan.

Petugas pengamanan kampus, juga bersiaga didepan kampus mencegah terjadinya bentrokan.

Konflik berkepanjangan antara yayasan UISU Al Manar yang berada di Kawasan Karya Bakti, Medan Johor dengan UISU Al Munawarah di Jalan Sisingamangaraja berakibat pada tindakan skorsing dan drop out beberapa Mahasiswa Kedokteran UISU.

Salah satu mahasiswa kedokteran yang menjadi korban skorsing bernama Haikal Riffqi mengatakan, tidak ada alasan yang jelas kenapa beberapa dari mereka di DO dan di Skorsing. Diduga, keputusan kampus untuk menskorsing mereka adalah karena seringnya mereka menyuarakan aspirasi mereka tentang kekisruhan yang terjadi di Kampus mereka.

“Setelah perjalanan kita beraspirasi ini, kita gak tau kenapa tiba-tiba itu udah keluar surat pemecatan, kita pun tidak menemukan salah satu unsur alasan yang menjadikan mahasiswa itu dipecat,” ujar Haikal sembari menunjukkan surat Skorsing atas nama dirinya.

Dalam Surat Keputusan Nomor 228 Tahun 2015 tentang skorsing atas nama Haikall Riffqi, tertulis krputusan bahwa Riffqi diskors selama dua semester. Selama menjalani skorsing, yang bersangkutan mendapat larangan untuk memasuki kampus dan mengikuti rangkaian kegiatan akademis dilingkungan UISU. Surat tersebut ditetapkan sejak tanggal 7 November dan ditandatangani oleh Rektor UISU, Prof. Dr. Ir. Mhd. Assad, M.Si.

Haikal yang menerima surat tersebut sempat kaget, dirinya merasa bingung karena selama ini Haikal hanya menyuarakan aspirasi atas permasalahan kampus. “Entah kenapa, kita yang sering beraspirasi, kita pulang dari Rumah Sakit, kuta pulang ke kampus, beraspirasi, kita dipecat,” ujarnya dengan suara yang sedikit bergetar.

Dugaan kuat mencuat perihal pemecatan dan skorsing mereka. Selama ini memang benar mereka mentoroti urusan keuangan kampus. Mereka juga menuntut transparasi kemana sebenarnya uang ratusan juta yang mereka keluarkan ketika masuk di Kampus UISU. “Kita mengkritisi soal keuangan kita, kita secara personal mengeluarkan ratusan juta untuk masuk kemari,” bebernya.

Hingga saat ini, pihaknya masih mempertanyakan kemana sebenarnya uang ratusan juta yang mereka setor. Mereka mencium indikasi adanya penyalahgunaan dana karena tidak jelasnya pertanggungjawaban dari pihak kampus. Sudah beberapa kali mahasiswa meminta kepada pihak kampus untuk beraudiensi dengan mereka. Namun, pihak kampus terus terusan mangkir dari audiensi.

Pantauan MENARAnews dilokasi, banyak spanduk bertuliskan berbagai macam tuntutan mahasiswa terpajang didepan kampus UISU. Pihak kampus sempat beberapa kali meminta mahasiswa untuk menurunkan spanduk. Namun, mahasiswa menilai pihak kampus belum mengeluarkan solusi apapun terhadap tuntutan mereka. Sehingga, mahasiswa pun enggan menurunkan Spanduk tersebut.

Atas tindakan skorsing dan pemecatan terhadap dirinya dan rekan-rekan lainnya, mahasiswa UISU akan melakukan konsolidasi besar-besaran. “Kita akan membangun konsolidasi antar mahasiswa, karena kita disini suara mahasiswa coba dikebiri oleh pimpinannya, ini adalah pelecehan terhadap mahasiswa,”tandasnya.

Sampai siang tadi, aparat kepolisian berpakaian lengkap masih berjaga diseputaran Kampus UISU. (yug)

{adselite}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,039PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles