spot_img

Debat Cawagub, KPU Tempatkan Pertanyaan di Amplop

MENARAnews, Jambi – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jambi matangkan persiapan debat terbuka calon wakil Gubernur (cawagub) Jambi, Sabtu (7/11), di RCC. Menariknya, pada debat kali ini, Cawagub Edi Purwanto (EP) dan Fachrori Umar (FU) akan mengambil sendiri pertanyaan yang dirumuskan tim pakar di sebuah amplop yang disediakan panitia di panggung.

Komisioner KPU Provinsi Jambi, M Sanusi mengatakan dari diskusii yang dilakukan terakhir kedua perwakilan tim paslon menginginkan adanya pencabutan amplop tersebut. Bagi KPU sendiri di akuinya tidak menjadi permasalahan selagi unsur dan tujuan debat itu sendiri tidak hilang.

“Tidak jadi persolan. Tentunya agar tidak monoton seperti kemarin (debat Cagub, red),” ujarnya.

Selain pencabutan amplop di bagian teknis debat lainnya disebutkan tak mengalami perubahan. Artinya, dipanggung nantinya keaktifan moderator tetap akan dominan dan berperan.

“Untuk debat ini kita pakai M. Farisi, Dosen Fisipol UNJA,” katanya.

Dalam pertemuan ini, mantan Ketua KPU Batanghari ini menyebutkan pada pertemuan persiapan debat ini membahas permasalahan teknis seperti masalah pencahayaan, sudut pengambilan gambar. Selanjutnya, pada persoalan ketika diatas panggung dan teknik menggunakan mic.

“Jangan hal seperti ini dianggap menjadi kesalahan penyiar dan KPU dan panitia,” sebutnya.

Lalu adakah kostum khusus untuk cawagub? Ia mengatakan untuk Cawagub tetap akan memakai jas. Namun di dalam forum rapat diakui sempat berkembang untuk memakai batik.

“Bisa saja diganti, tapi pertimbangannya undangan sudah beredar,” jerlasnya.

Untuk udangan sendiri yakni sebanyak 457 yang terdiri dari timses dan undangan umum, selanjutnya juga dihadiri oleh KPU kabupaten/Kota.

“Untuk undangan sudah kita kurangi. Kita harapkan debat ini bisa berjalan lancar,” tegasnya.

Terpisah, tim penghubung HBA-EP, Arfah Hap mengatakan untuk teknis debat pada dasarnya sudah tak ada masalah lagi. Hanya saja terdapat beberapa masukan yang disampaikan oleh pihaknya terkait teknis saat berada dilokasi.

“Hampir sama dengan yang kemarin, yang jelas kita berharap ini bisa sukses,” katanya.

Bagaimana dengan yel-yel? Ia mengaku tak mempermasalahkan hal tersebut. Baginya suksesnya acara debat ini tak tergantung pada yel-yel itu sendiri.

“Yang jelas kita komit untuk tertib,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Media Center ZZ-FU, Nofrianto mengatakan dari hasil evaluasi debat pertama memang timbul beberapa kesepakatan yakni antara timses, KPU dan Bawaslu. Beberapa poin kesepakatan ini diantaranya yakni yel-yel dan persoalan teknis lainnya.

“Karena kita sudah membuat kesepakatan kemarin, maka kita menyepakati ini,” tegasnya.

Selanjutnya dalam pembahasan ini juga dibahas persoalan teknis. Namun beberapa persoalan yang muncul sudah menemui kesepakatan.

“Yang jelas kita komit untuk menyukseskan debat ini,” tandasnya. (GWA)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,045PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles