Daya Beli Rendah Penyebab Inflasi di Kalteng

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Rendahnya daya beli mayarakat saat ini, menjadi salah satu penyebab inflasi di Provinsi Kalteng. Asisten II Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Ir. Syahrin Daulay mengatakan sudah melakukan upaya-upaya untuk menurunkan inflasi dan mengimbangi daya beli masyarakat.

“Banyak upaya yang telah kita lakukan untuk mengatasi inflasi dan meningkatkan daya beli masyarakat yaitu dengan menyurati pemerintah pusat meminta agar jatah raskin ditambah selama dua bulan, ketersedian beberapa komoditi kebutuhan seperti mie instan, ikan kaleng (sarden) dan lainya,” ujar Syhrin kepada awak media, Selasa (03/11/2015).

lanjut Syahrin, pemerintah daerah juga meminta kepada pemerintah pusat untuk menurunkan harga BBM sebesar Rp.1000,-/liter dari harga yang sudah tetapkan sebesar Rp.7500,-/liter. Dimana menurutnya, dengan harga sebesar itu, menyebabkan daya beli masyarakat berkurang.

“Memang sejauh ini kita berupaya bagaimana daya beli masyarakat bisa naik sehingga tidak terjadi inflasi setiap bulanya. Rencananya kita akan membuat pasar penyeimbang permanen yang Jl. A. Yani samping Lapangan Mantikei Kota Palangka Raya,” ujarnya.

Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga meminta kepada pemerintah pusat agar dapat menurunkan harga Gas LPG 3 Kg dan juga menurunkan Tarif Dasar Listrik (TDL) Provinsi Kalteng sebesar 10 persen yang sebelumnya sebesar 15 persen.

“Kita berkali-kali menyurati, namun hingga saat ini kita masih belum menerima surat balasan terkait beberapa usulan yang kita sampaikan ke pemerintah pusat dan ini merupakan upaya pemerintah untuk menyesuakan kemampuan masyarakat akan kebutuhan,” lanjutnya lagi.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalteng dalam pers rilisnya, Inflasi di Kota Palangka Raya dari Januari sampai dengan Oktober 2015 sebesar 2,42 Persen.

“Untuk Kota Sampit, 3,80 persen sehingga secara keseluruhan untuk Kalteng 2,91 persen, dan untuk nasional sebesar 2,16 persen. Sementara inflasi Year on Year Oktober 2015, untuk Kota Palangka Raya 5,11 persen, Kota Sampit 7,29 persen, untuk Kalteng  mencapai 5,88 persen dan nasional 6,24 persen,” jelasnya lagi.

Sementara untuk inflasi per Oktober 2015, Kota Palangka Raya  mencapai 0,55 persen, Kota Sampit 0,34 persen, Kalteng 0,47 persen, nasional -0,08 persen. (Arliandie)

Editor : Raudhatul N.

Comments
Loading...