spot_img

70 Kendaraan Oprasional Akan Ditarik

 

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Pembenahan kota Palangka Raya terutama masalah sampah nampaknya akan segera dilakukan, pasalnya Dinas Tata Kota, Ruang dan bangunan akan mengevaluasi dan pembenahan beberapa Tempat Penampungan Sementara (TPS).

Seperti kata Kepala Dinas Tata Kota, Ruang dan Bangunan Drs. Rojikinor, pada 2015 akan dilakukan perbaikan Tempat Penampungan Sementara (TPS) di 27 titik yang ada di Palangka Raya, dengan tinggi 130 cm dan lebarnya 2,5 meter supaya sampah yang dibuang tak terlihat.

“Tempat-tempat yang setrategis bisa menjadi rapi dan bersih dengan menambah daya tampungnya sehingga daya tampung bisa lebih bnyak 4-5 kubig, asalkan masyarakat mau membuangnya didalam TPS,” tuturnya saat Dibincangi MENARAnews di ruangan kerjanya, Kamis (19/11/2015).

Untuk selama ini pihak pemerintah Kota (Pemko) melakukan pengolahan sampah dengan sistem pemtil yaitu menggali tanah dan memasukan sampahnya ke dalam tanah yang telah digali atau dengan kata lain melakukan pembusukan.

“Pengolahan sampai saat ini masih belum mendapatkan solusi, sebab yang kita inginkan sampah bukan menjadi sumber masalah namun menjadi sumber ekonomi,” tukasnya.

Jelasnya, pembangunan depo sampahpun sampai saat ini terus berlanjut, tahun ini kita mengusulkan satu lokasi lagi dikelurahan Pahandut Sebrang dan juga di Jekan Raya ada dua depot yang diusulkan, sehingga diperkirakan tahun depan ada tiga depo sampah tambahan.

“Dengan berjalannya depo sampah upaya pemanfaatan sampah tersebut  dengan menambah nilai gunanya sehingga bisa menjadi sumber pendapatan, walaupun sebenarnya saat inipun sudah menambah pendapatah pemulung, namun dampaknya yang kurang baik, pasalnya para pemulung suka menghambur-hamburkan sampah dan tidak dirapikan kemabali,” jelasnya.

Untuk kedepannya TPS yang kecil akan ditutup dan difokuskan pada depo sampah, jadi apabila para pemulung akan menghabur-hamburnya di dalam dan akan dibuat peraturan bagi para pemulung nantinya.

Selama ini banyak juga inisiatif masyarakat untuk mengatasi masalah sampah seperti membayar para pengambil sampah dari rumah – kerumah dengan menggunakan kendaraan yang diberiakn oleh pihak pemerintah kota,” katanya.

Tahun depan akan pihaknya akan mengevaluasi lagi dari penggunaan motor tosa yang berikan, sebab banyak penyalah gunaan yang ada dilapangan seperti plat merah menjadi plat hitam, bahkan saling berebut antar RT lama dan RT baru.

“Kejadian tersebut sudah dilaporkan kepada walikota dan nantianya akan dilakukan penarikan dan sepenuhnya akan diserahkan kepada pihak KUPT, sehingga nantinya KUPT yang akan mengaturnya, dan yang bertanggung jawabnya atas 70 Kendaraan bantuan tersebut,” tutupnya. (Agus Fataroni)

Editor: Raudhatul N.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,045PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles