spot_img

18 Wanita Diamankan Saat Razia PSK di Kota Medan

MENARAnews, Medan (Sumut) – Bersama dengan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, Puluhan anggota Satuan Polisi Pamong Praja melakukan razia di beberapa titik rawan prostitusi di Kota Medan, Sabtu (28/11) dini hari. 

Razia Pekerja Seks Komersil (PSK) ini adalah agenda rutin tahunan yang dilakukan oleh Dinas Sosial. Selama tahun 2015, sudah beberapa kali razia serupa dilakukan oleh Dinsosnaker. Dari hasil razia, diamankan 18 orang yang diduga PSK. Satpol PP didampingi Kepolisian dan POM AD memulai Razia dari jalan Gatot Subroto. Tempat ini disinyalir sering digunakan sebagai tempat mangkal PSK.

Sempat terjadi perlawanan saat Satpol PP hendak mengamankan wanita yang diduga PSK. Seperti yang terjadi di Jalan Gatot Subroto, saat seorang wanita ingin diamankan ada lelaki yang mengaku-ngaku sebagai suaminya. Namun saat ditanyai petugas, lelaki ini tidak bisa menunjukkan identitas. Terjadi tarik menarik antara petugas dengan lelaki tersebut. Namun, karena kalah jumlah lelaki ini hanya mampu terdiam dan membiarkan petugas membawa wanita tersebut masuk kedalam bus.

Selanjutnya, petugas melanjutkan razia di seputaran Jalan Gajah Mada. Mengetahui petugas datang, seorang wanita berbaju merah mencoba lari dari kejaran petugas. Lucunya lagi, wanita ini meronta-ronta ditengah jalan. Bahkan dirinya berpura pura gila dengan berteriak-teriak ditengah jalan. Petugas sedikit kewalahan ketika menghadapi wanita ini. Satpol PP kemudian langsung memboyongnya ke Bus Dinas Sosial. 

Saat tiba di kawasan Medan Selayang, petugas yang ingin melakukan razia disalah satu tempat makan, seorang wanita menolak untuk diamankan. Wanita bercelana merah ketat malah mengancam petugas dengan mencoba menyiramkan minyak panas dari dapur tempat makan. 

“Biar tau orang ini minyak ini panas, udah gak ada orang tuaku, kalok enggak kumasukkan ajah tanganku,” ujar wanita tersebut sembari mengaduk-aduk minyak yang masih panas di wajan. 

Sontak, kejadian ini langsung menjadi tontonan warga yang ada disekitar. Takut terjadi hal yang tak diinginkan, kemudian petugas meninggalkan wanita yang terus mengancam petugas dengan minyak panas. 

Beberapa penginapan kelas melati juga menjadi target operasi Dinas Sosial. Pantauan dilokasi, petugas menyambangi ‘The Green Alam Indah Hotel’. Tanpa pikir panjang, petugas langsung merangsek masuk kedalam Hotel yang berada di Jalan Jamin Ginting itu. Satu persatu kamar diperiksa. Hasilnya, beberapa pasangan yang sedang kumpul kebo diamankan petugas. Mereka hanya bisa pasrah ketika petugas menyuruhnya masuk kedalam bus. 

Seluruh wanita diduga PSK ini kemudian dibawa ke Dinas Sosial untuk didata oleh pegawai. Kabid Pelayanan Sosial Dinsosnaker, Jailun mengatakan, agenda Razia penyakit masyarakat ini dilakukan sebagai agenda rutin. Selain itu, untuk menyambut tahun baru yang semakin dekat. 

“Ini adalah agenda rutin yang dilaksanakan agar Kota Medan lebih Kondusif dan untuk menyambut tahun baru,” bebernya. 

Dari 18 orang yang terjaring Razia, satu orang wanita yang sedang hamil tujuh bulan  dikembalikan ke Orang Tua. Awalnya dia menolak kembali ke orang tuanya. Karena menurut pengakuan, dia sering mendapatkan kekerasan ketika ada di rumah. Sehingga dirinya takut untuk pulang kerumah, bahkan ketika orang tuanya menjemputnya, wanita ini menolak dan memilih diamankan oeh petugas ke Panti yang ada di Berastagi. 

“Bawa aja lah aku pak, gak mau aku di rumah, asik dipukulin ajah akupun,” ujarnya sembari menangis sejadinya. 

Namun setelah mendapat bujukan dari orang tuanya, wanita inipun rela untuk dibawa pulang. Razia ini adalah yang terakhir dilakukan pada tahun 2015. Selanjutnya, para wanita yang diduga PSK ini akan dibawa ke Panti Rehabilitasi yang ada di Berastagi. (yug)

{adselite}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,045PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles