spot_img

Tiga Perusahaan Asing Dibidik Jadi Tersangka Pembakar Lahan di Sumsel

MENARAnews, Palembang (Sumsel) – Tiga perusahaan perkebunan asing milik pengusaha asal negara Singapura dan Malaysia tengah dibidik Polda Sumsel menjadi tersangka kasus pembakaran lahan di Sumsel.

Ketiga perusahaan itu yakni PT Inti Agro (IA), PT Hindoli (H) dan PT MBI yang beroperasi di Kabupaten Banyuasin dan OKI.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Iza Fadri, Rabu (21/10) mengatakan, proses penegakan hukum ketiga perusahaan tersebut saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Dimana penyidik saat ini masih memeriksa saksi-saksi yang apabila ditemukan barang bukti kuat, maka Direktur Utama dan General Maneger di tiga perusahaan tersebut dapat ditetapkan sebagi tersangka pembakar lahan.

“Tiga perusahaan itu yakni, PT H, PT IA dan PT IMB. Tiga perusahaan ini milik negara asing,” tegasnya.

Diungkapkan Kapolda, ketiga perusahaan asing tersebut merupakan sebagian dari 19 perusahaan yang saat ini diperiksa Polda Sumsel terkait kasus kebakaran lahan.

“Bahkan dari 19 perusahaan ini, 15 perusahaanya sudah di tahap penyidikan dan empat perusahaan lainnya, masih tahap penyelidikan. Selain itu, berkas perkara dari salah satu perusahaan dari jumlah tersebut telah kita limpahkan ke Kejaksaan,” tegas Kapolda.

Masih dikatakan jenderal bintang dua ini, untuk mengungkap tindak pidana pembakaran lahan di perusahaan asing tersebut, penyidik Polda Sumsel dalam waktu dekatĀ  akan melakukan pemeriksaan saksi.

“Setelah saksi ahli diperiksa, barulah kita memeriksa General Manager dan Direktur Utamanya. Jika didapati bukti kuat, tentunya segera kita tetapkan tersangkanya,” janjinya.

Sementara Direktur Reskrimsus Polda Sumsel, Kombes Pol Sabarudin Ginting, mengatakan dari penyidikan yang dilakukan, pihaknya juga telah meminta pendapat dua saksi ahli dari IPB dan Medan. Pendapat yang diminta mengenai kebakaran lahan dan hutan serta masalah lingkungan hidup.

Dengan begitu, sambung Ginting, proses pemberkasan dapat dilakukan dan segera dikirimkan ke Kejaksaan untuk proses hukum selanjutnya. Mengenai kesulitan, sejauh ini pihaknya belum menemukan hambatan dalam menangani kasus ini, namun untuk kasus ini yang penting adalah alat bukti adalah keterangan saksi.

“Setelah lengkap, baru nantinya akan kami lakukan gelar perkara, siapa yang harus bertanggung jawab atas dugaan tersebut,” pungkasnya. (SI)

{adselite}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,052PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles