Soerya Respationo Protes Keputusan KPUD Batam

MENARAnews, Batam (Kepri) – Soeryo Respationo yang turut hadir dalam aksi demo di depan KPUD Batam juga memberikan komentar terkait hak suara yang dihilangkan.

“Penggelembungan 59.000 lebih ini terjadi akibat KPU yg melakukan penyaringan suara tanpa prosedur yang benar. Seharusnya KPU sebagai pihak penyelenggara pilkada tidak bisa asal menyaring suara saja. Tentunya harus melalui tahapan yang tertib dan benar serta membendung semua hak suara rakyat.”

“Kita mau melihat pengakuan dari KPU dulu apakah ada org yang bermain didalam ini. Siapa aktornya ? Jangan asal bersikuku aja tanpa ada alasan yg jelas. Harus ada alasan dong. Kalo emang tetap bersikuku begitu ya sudah penjarakan aja lah ya kan.” ucapnya lagi

“Nah masalah suara yang jadi masalah ini tidak jelas. Sementara ini mereka (KPU) mencoret nama yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Contohnya yang baru lahir 2015 aja bisa masuk. Kan ini aneh. Selain itu yang sudah meninggal dunia juga bisa masuk. Tentunya ini ada sesuatu, maka dari itu kami meminta penjelasan dari KPU hari ini.

“Kalo pun masih tidak mendapatkan jawaban dan pertanggungjawaban dari KPU, penjarakan ajalah”. (Rts)

{adselite}

Comments
Loading...