Pospera Aksi Dukung Program Presiden RI

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Dalam Rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda sekitar tiga puluh orang pemuda yang tergabung dalam Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Kalteng melakukan aksi unjuk rasa di Bundaran Besar Kota Palangka Raya, Jum’at (30/20/2015). Aksi yang dilakukan serentak di berbagai daerah ini sebagai bentuk dukungan kepada Presiden RI untuk menindak tegas pihak-pihak yang bersalah pada kasus kebakaran lahan di Provinsi Kalteng.

Kami meminta Presiden untuk menidak tegas para pembakar lahan yang menyebabkan kabut asap selama ini  bahkan ada indikasi korporasi pembakar lahan sudah sampai ket angan presiden. Pospera mendukung Presiden RI dan juga Kapolri dalam menindaklanjuti temuan-temuan tersebut. Jangan jadikan masyarakat kecil sebagai korbannya,” tutur Elisae Sumadie Ketua DPD Pospera Kalteng saat diwawancarai MENARAnews, Jumat (30/10/2015).

Banyak sekali korporasi yang selama ini mengindikasikan bahwa kebakaran lahan yang terjadi adalah ulah masyarakat, seakan masyarakt sebagai pelaku pembakaran lahan selama ini.

“Selama ini sudah banyak gelagat bahwa masyarakat kecil dikorbankan sebagai biang kerok pembakar, sementara korporasinya berdalih bahwa itu bukan lahan miliknya, dan lahan yang terbakar dituduhkan kepada masyarakat yang membakar.”tukasnya.

Menyangkut dengan Peraturan Gubernur (Pergub) itu, sambung Elisae tidak seharusnya disalahkan karena menurut masyarakat Kalteng peraturan tersebut sudah tepat pada konteksnya. Pergub tersebut hanya membolehkan pembukaan lahan dengan cara membakar namun hanya untuk masyarakat kecil bukan untuk korporasi besar.

“Penindakan Hukum jangan hanya tajam ke bawah namun tumpul ke atas, bahkan apabila memanng masyarakat yang melakukan tindakan pembakaran lahan harus ditindak tegas, dan juga sosiali pergub selama ini kurang disampaikan kepada masyarakat,”jelasnya.

Sementara, lanjut Elisae menyangkut kedatangan Presiden RI yang terkesan lambat, pihaknya mengatakan lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali, sebab kita tidak bisa juga selalu menyalahkan presiden RI.

“Tidak bisa menghakimi dengan mengatakan terlambat, bila dari pandangan Pospera dengan kedatangan Presiden RI tersebut menunjukan bahwa Presiden RI ada, dan peduli kepada masyarakat Kalteng, serta mendukung kebijakan yang melarang ijin prusaan sawit dilahan Gambut,” tutupnya.

Sekedar informasi, dalam aksi tersebut massa membawa spanduk yang bertuliskan “Save Teras, Save Pergub, Save Masyarakat Kalteng”, “Masyarakat Lokal Bukan Biang Kerok Asap”, dan “Buat Kapolri, Ada Juakah Waninya Tindak Perusahaan Pembakar Lahan”. (Agus Fataroni)

Editor : Raudhatul N.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,036PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles