PMKRI Medan Menggali Inspirasi Dari Tokoh Nasional Dengan Nonton Bareng 3 Nafas Likas

MENARAnews, Medan (Sumut)Dalam rangkain acara Bulan Inspirasi Mahasiswa Baru  PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia) menyelengarakan acara nonton bareng.

Film yang ditayangkan di Aula Catholik Center di Medan kali ini adalah 3 Nafas Likas. Di akhir penayangan film di aspirasi oleh perempuan-perempuan inspirator Medan yaitu Dra. Sri Alem Sembiring, antropolog dari Universitas Sumatera Utara dan Ester Junita Ginting, Direktur Pemasaran Bank Sumut (3/10).

Sabtu , 3 Oktober 2015 pukul 15.30 bertempat di Aula Catholic Center  Medan, PMKRI Medan menggelar nonton bareng film 3 Nafas Likas. Lewat kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa baru dari segi spiritual dan intelektual di era perkembangan sosial saat ini.

“Rangkain kegiatan Bulan Inspirasi Mahasiswa Baru bertujuan sebagai salah satu cara kita sebagai mahasiswa untuk menginspirasi diri melalui tokoh-tokoh bangsa” Kata Ketua Panitia, Rikson Wesley Sihotang

Kegiatan ini diikuti sekitar 200 mahasiswa dari segala Universitas di Medan yang tergabung dalam berbagai organisasi seperti Pemuda Katolik Medan, Ikatan Sarjana Katolik Medan, Wanita Katolik RI Medan, Ikatan Mahasiswa Katolik Medan, Keluarga Mahasiswa Katolik dan sejumlah organisasi yang lain. Masyarakat umum juga turut serta dalam acara yang tidak dipungut biaya ini.

Di akhir penayangan film dibuka sesi diskusi dengan Dra. Sri Alem Sembiring, antropolog dari Universitas Sumatera Utara dan Ester Junita Ginting, Direktur Pemasaran Bank Sumut.

“Film 3 Nafas Likas mengajarkan bahwa peranan perempuan sangat besar dalam menjalankan peranannya sebagai seorang wanita, istri dan seorang ibu. Tidak hanya syarat akan perjuangan dan pengorbanan tetapi juga syarat akan cinta dan kasih” Ujar Ester ditengah-tengah diskusi.

Sementara itu Dra. Sri Alem memaparkan nilai-nilai yang bisa diperoleh dari film 3 Nafas Likas dan dimplemetasikan oleh mahasiswa antara lain :

  1. Mahasiswa sebagai agent of change harus bisa membawa perubahan sistem menuju sistem yang lebih baik.
  2. Perubahan yang dilakukan tidak perlu dengan melawan sistem yang ada atau melakukan dekonstruksi, cukup dengan membangun sistem yang kita ciptakan sendiri.
  3. Jika ingin maju, mahasiswa harus dapat memanfaatkan secara baik relasi power yang ada disekitarnya dan dipergunakaan untuk perubahan yang baik pula.
  4. Mahasiswa harus siap dan dapat beradaptasi dengan perubahan yang dinamis.

Diakhir diskusi moderator menyimpulkan  “Bangun cita-cita setinggi-tingginya, jangan menyerah dengan keadaan. Setiap zaman punya tokohnya sendiri dan jadilah tokoh di zamanmu”. (Jwt)

Comments
Loading...