Pesawat Milik Maskapai Penerbangan Rusia Jatuh di Mesir, 224 Penumpang Diduga Tewas

MENARAnews, Kairo – Pesawat milik maskapai penerbangan Rusia, Kogalymavia dengan nomor penerbangan KGL-9268 dilaporkan jatuh di wilayah terpencil Hassanah, sekitar pegunungan Sinai, Mesir, Sabtu (31/10/2015).

Pesawat jenis Airbus A-321 itu lepas landas dari bandara Sharm El-Sheik di Semenanjung Sinai menuju St. Petersburgh sekitar pukul 03.31 GMT atau pukul 05.51 waktu setempat. Dua puluh tiga menit kemudian setelah lepas landas, pesawat yang membawa 224 orang, yang terdiri dari 200 penumpang dewasa, 17 anak-anak, dan 7 awak itu hilang dari radar.

Menurut keterangan dari kantor berita Rusia, TASS, sebelum menghilang dari radar, pesawat sedang berada pada ketinggian 9 ribu meter, dan saat itu pilot sempat berkomunikasi dengan ATC (Air Traffic Control) di Mesir untuk melakukan pendaratan darurat di Kairo karena ada gangguan sinyal radio.

Tim SAR (Search and Rescue) setempat saat ini telah berhasil menemukan bangkai pesawat di pegunungan terpencil  yang terletak 35 kilometer sebelah selatan kota pantai Al Arish, Sinai Utara. Dalam melakukan evakuasi korban, tim SAR sempat terhambat oleh cuaca buruk dan lokasi yang sangat terpencil. Saat ini, tim SAR telah mengerahkan sekitar 45 ambulans ke lokasi jatuhnya pesawat dan jika memungkinkan seluruh korban akan diterbangkan ke Kairo.

Informasi yang dilansir oleh Reuters dari Tim SAR Mesir, menyebutkan bahwa pesawat yang jatuh tersebut ditemukan dalam kondisi hancur dan diduga tidak ada korban selamat dalam insiden itu. Namun demikian, tim SAR sempat mendengar ada seseorang yang merintih kesakitan pada salah satu bagian pesawat yang hancur itu.

Saat berita ini dilansir, tim SAR telah berhasil menemukan dan mengevakuasi 100 korban tewas dan lima diantaranya adalah anak-anak. Pesawat nahas itu ditemukan pata menjadi dua, satu patahan hangus terbakar dan satu patahan lainnya menabrak batu besar.

Salah seorang otoritas keamanan penerbangan Mesir mengatakan, “Saat berada di lokasi jatuhnya pesawat itu, saya melihat pemandangan yang sangat tragis dan menyedihkan. Banyak orang meninggal yang bergeliimpangan di tanah dan lainnya masih terikat sabuk pengaman di kursinya”

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti apa penyebab jatuhnya pesawat milik maskapai penerbangan Rusia itu. Karena jatuh di wilayah pegunungan Sinai Utara yang rawan konflik dan merupakan basis kelompok militan Sinai yang telah memproklamirkan diri berafiliasi dengan ISIS, beredar rumor bahwa ada kemungkinan pesawat itu ditembak jatuh. Namun, otoritas keamanan Mesir membantah dengan tegas kabar tersebut, karena tidak ada indikasi yang merepresentasikan bahwa pesawat itu ditembak jatuh atau meledak di udara.

Rumor pesawat itu ditembak jatuh juga dikaitkan atas tindakan pemerintah Rusia yang secara gencar melakukan agresi militer yang berupa serangan udara besar-besaran di wilayah Suriah untuk menggempur kelompok militan ISIS (Islamic State Iraq and Syriah).

Mendengar insiden ini, Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya bagi keluarga korban. Putin menyebutkan bahwa ia telah mengirim tim untuk melakukan investigasi terhadap insiden jatuhnya pesawat tersebut.

Berikut ini beberapa screenshot terkait insiden jatuhnya pesawat milik maskapai penerbangan Rusia.

Salah satu keluarga korban shock berat mendengar kabar jatuhnya pesawa itu

Pesawa lepas landas dari bandara Sharm El-Sheik menuju St. Petersburgh

23 menit setelah lepas landas, pesawat hilang kontak dengan ATC (Air Traffic Control) setempat

Pesawat jatuh di pegunungan Sinai Utara

(ADF)

Image source: Daily Mail/AFP/AP/Getty Image

{adselite}

 

 

 

Comments
Loading...
error: Content is protected !!