spot_img

Percetakan Surat Suara Tunggu Hasil Sengketa Pemilukada

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalteng belum melakukan percetakan surat suara untuk Pemilukada Gubernur/Wakil Gubernur Kalteng 2015. Hal ini dikarenakan masih dalam proses lelang dan menunggu hasil sengketa pencalonan pasangan nomor urut 3 Ujang-Jawawi.

Ketua KPU Kalteng, Ahmad Syar’I mengatakan pelelangan harus dilakukan karena anggaran percetakan surat suara melebihi Rp 200 juta. Sementara, sampai saat ini hasil uji forensik formulir B1-KWK belum dikeluarkan oleh Mabes Polri.

“Kita sudah menindaklanjuti rekomendasi Bawaslu Kalteng untuk melakukan uji forensik terhadap keabsahan tanda tangan Ketua DPP PPP ke Polda Kalteng tetapi ditolak karena tidak wewenang instansi tersebut,” ujar Sayr’I, Kamis (15/10/2015) di ruang kerjanya.

Selanjutnya, ungkap Syar’I Polda Kalteng menyarankan untuk menyerahkan kasus tersebut ke Mabes Polri, sehingga beberapa hari yang lalu KPU Kalteng bersama dengan penyidik Polda Kalteng berangkat ke Mabes Polri di Jakarta.

“Pihak penyidik menyarankan  KPU untuk melaporkan hal ini ke Poslapor Mabes Polri. tentunya hasil ini nanti berpengaruh terhadap jumlah surat suara atau bentuk surat suara. Apakah calon dalam Pemilukada nanti ada tiga pasangan calon atau dua,” ujarnya.

Berdasarkan tahapan jadwal kampaye percetakan surat suara dan pendistribusian surat suara terakhir dilakukan 23 hari sebelum pelaksanaan pemungutan suara. Yang terpenting menurut Syar’I percetakan surat suara dan formulir. Sementara untuk logistik seperti tinta, segel, sampul, dan lain-lain pengadaannya oleh KPU Kabupaten/Kota.

“Yang jelas jumlah surat suara dicetak sesuai dengan jumlah DPT  dan diambil dari jumlah per TPS se Kalteng ditambah dengan 2,5 persen pemilih tambahan,” tutupnya.(Arliandie)

Editor : Raudhatul N.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,045PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles