Penangkapan Warga Saat Demonstrasi Tuai Protes Dari Mahasiswa

MENARAnews, Serang (Banten) – Himpunan Mahasiswa Serang (Hamas) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) memprotes Pemerintah Kabupaten Serang atas tindakan Polres Serang yang menahan 14 orang warga Desa Penamping, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang saat melaksanakan demonstrasi, Jumat (23/10).

Polres Serang melakukan penahanan terhadap 14 warga pada saat melaksanakan demonstrasi terhadap PT. Gizindo Sejahtera karena mengeluarkan bau tidak sedap yang berasal dari kotoran ayam. Permasalahan bau tidak sedap tersebut sudah mengganggu masyarakat selama berbulan-bulan.

Menurut Hamas Untirta, aksi demonstrasi oleh masyarakat tersebut sudah sesuai dengan prosedur dan aturan penyampaian aspirasi di muka umum yang berlaku. Kondisi 14 orang tahanan mulai tanggal 21 September hingga hari ini juga melum mendapatkan titik terang.

Pemerintah Kabupaten Serang yang notabene mampu menyelesaikan masalah tersebut justru terkesan membiarkan saja sehingga memperkeruh permasalahan.

Korlap aksi, Syahrifal Fahlevi meminta agar Pemerintah Kabupaten Serang baik eksekutif maupun legislatif agar menangani secara langsung kesalahpahaman tersebut. Ia juga menambahkan bahwa akan ada aksi lanjutan terkait permasalahan ini.

“Aksi ini hanya inisiatif dari kami. Akan ada aksi lanjutan, tetapi setelah dapat persetujuan dari masyarakat Desa Penamping” , ujar korlap aksi saat diwawancarai MENARAnews. (Ivn)

{adselite}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,031PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles