Pembakaran Gedung Gereja Aceh Singkil, GMKI Medan: Jangan Saling Menyalahkan, Cari Jalan keluarnya!

MENARAnews, Medan (Sumut) Insiden pembakaran gereja yang terjadi di Aceh Singkil, Aceh (13/10) menimbulkan berbagai kecaman dari banyak pihak. Kritikan keras pun mengalir deras pada pemerintah khususnya aparat keamanan yang seolah-olah membiarkan insiden tersebut terjadi.

 

Sebagai organisasi yang aktif dalam Kelompok Cipayung, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GKMI) Cabang Medan turut menanggapi kejadian yang saat ini sedang diproses oleh aparat penegak hukum.

Ketika ditanyakan tanggapan GMKI Cabang Medan terhadap insiden yang terjadi, Ketua Terpilih GMKI Cabang Medan periode 2015-2017, Valentino Panjaitan mengatakan, bahwa pihaknya akan melakukan kajian langsung ke lapangan guna mengumpulkan fakta yang valid tentang apa yang terjadi.

”Sebagai kaum intelektual, kita tidak boleh sembarang menuding siapa yang bersalah dan harus bertanggung jawab atas insiden ini, namun kita harus mampu menahan diri dan mencegah timbulnya provokasi”, ujar Valentino.

“Saat ini kita tidak perlu mencari-cari lembaga pemerintah mana yang teledor atas kejadian ini, tidak perlu juga mencari kelompok mana yang harus memberikan pertanggungjawaban, fokus kita pada saat ini adalah mencari solusi bagaimana penanggulangan pasca insiden dan memberikan bantuan kepada para pengungsi”, papar Valentino.

Dalam waktu dekat, GMKI Medan akan melakukan dialog dan pertemuan dengan komunitas dan organisasi lainnya tentang bagaimana mekanisme penggalangan dana dan bantuan yang akan diberikan kepada para pengungsi, mengingat pada saat ini masyarakat sekitar tempat kejadian pembakaran pergi mengungsi mencari tempat yang aman guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Valentino berharap, kedepannya penegakan hukum hanya dilakukan oleh aparat penegak hukum, bukan oleh sekelompok masyarakat yang menganggap dirinya sebagai “panglima hukum”.(rmy)

{adselite}

Comments
Loading...