spot_img

Pegiat Lingkungan Sumut Gagas Kelompok Masyarakat Anti Asap

MENARAnews, Medan (Sumut) –  Kelompok masyarakat Sumatera Utara yang hadir dari berbagai elemen mengagas Aliansi Warga Sumatera Utara Anti Asap (AWAS Asap) dalam sebuah diskusi di Sekretariat Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Wilayah Sumatera Utara, Jalan Sembada VII No. 31 Padang Bulan, Medan, Selasa (6/10).

Dalam diskusi tersebut dihadiri beberapa NGO (Organisasi Non Pemerintahan) diantaranya, Elsaka, LBH Medan, Bakumsu, Pusbakum, HaRI, KPHSU, MHI, Kontras dan dari mahasiswa USU serta Unimed.

Diskusi tersebut terbentuk berdasarkan keresahan dan kegelisahan masyarakat khususnya masyarakat Sumut atas tragedi asap di Sumatera dan Kalimantan yang setiap tahun terjadi, bahkan sudah delapan belas tahun belakangan ini rutin terjadi.

Pembakaran secara sengaja maupun akibat musim kemarau terhadap lahan tidur juga hutan oleh korporasi atau perorangan yang berorientasi terhadap keuntungan pribadi ini telah merugikan masyarakat banyak. Hal tersebut membuat Aliansi warga ini bergerak untuk mendobrak pemerintah agar semakin tegas dengan pelaku-pelaku pembakaran lahan secara sengaja.

Adapun gerakan yang akan dilakukan oleh aliansi ini adalah mengumpulkan dukungan dari masyarakat Sumut untuk menggugat pemerintah agar lebih tegas dan cepat menangani bencana kabut asap yang tak kunjung henti hingga saat ini.

Lebih lanjut, aliansi ini akan melakukan Citizen Lawsuit (Gugatan warga negara) kepada Plt Gubernur Sumut untuk kemudian memantau perusahaan pengelola hutan  khususnya di Sumut. Lebih lanjut, gugatan ini akan diteruskan kepada pemerintah pusat agar dipertimbangkan bahwa bencana asap bukan lagi menjadi hal biasa namun sudah menjadi bencana  karena banyak merugikan warga nergara.

Untuk pengumpulan dukungan, tahap awal nantinya akan diadakan penandatanganan spanduk dukungan terhadap gugatan tersebut di kampus USU karena akan melibatkan mahasiswa lebih banyak. Mahasiswa juga akan diedukasi tentang fenomena asap dikaji dari perspektif lingkungan, HAM dan pelanggaran hukum.

Direktur Walhi Sumut, Kusnadi, berpendapat bahwa gerakan ini akan sangat efektif ketika masyarakat sadar sangat dirugikan dengan adanya asap pembakaran yang saat ini sedang terjadi. Kusnadi juga berharap warga Sumut mau mendukung gerakan demi lingkungan dan udara yang lebih bersih dan lestari.

“Kita sudah cukup lah diasapi selama delapan belas tahun, kita bukan ikan sale loh, sebagai warga Sumut kita harus bergerak dan menggugat pemerintah dan korporasi yang melanggar hukum,” ucapnya.

Aliansi Warga Sumut Anti Asap ini juga akan membuka posko pengaduan di sekretariat Walhi dan Kampus Unimed untuk memudahkan warga yang ingin melaporkan kejadian pembakaran terutama di Sumut dan kemudian akan dijadikan landasan kuat untuk menggugat. (ded)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,045PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles