MENARAnews, New York – Sebuah momen bersejarah terjadi di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York, pada Rabu (30/09/2015) pukul 13.16 waktu setempat. Bendera bangsa Palestina terlihat berkibar, tak lama setelah Presiden Mahmoud Abbas berpidato dalam Majelis Umum PBB.
Pengibaran bendera Palestina ini memiliki arti bahwa PBB telah secara resmi mengakui Palestina sebagai negara pemantau non-anggota.
Sebelum dilakukan pengibaran bendera, Presiden Otoritas Palestina, Mahmud Abbas menyampaikan pidato yang berisi kritikan terhadap Israel yang sengaja memperlambat proses perdamaian dengan Palestina, dan melanggar perjanjian Oslo 1994.
Dalam kesempatan itu, Abbas juga mengeluarkan pernyataan yang provokatif. Ia menyebut bahwa Yerussalem adalah ibu kota resmi Palestina.
“Hari pengibaran bendera ini juga akan segera datang di Yerusalem, ibukota negara kami,” ucapnya
Sebelumnya, upaya Palestina untuk mengibarkan benderanya di markas PBB itu terjadi setelah proses pemungutan suara dalam Sidang Majelis Umum PBB. Dari 119 negara yang mengikuti pemungutan suara itu, 8 negara tidak setuju. Amerika Serikat dan Israel menjadi pihak yang tidak setuju dengan langkah pengibaran bendera tersebut. (AD)
{adselite}