FireEye: Organisasi di Asia Pasifik Lebih Rentan Terhadap Serangan Cyber

MENARAnews, (Singapura)FireEye, Inc. (NASDAQ: FEYE), organisasi yang bergerak dalam bidang keamanan internet, hari ini merilis laporan terbaru mengenai Ancaman Tingkat Tinggi Regional untuk kawasan Asia Pasifik.

FireEye mendapati bahwa 33 persen organisasi yang diamati di kawasan Asia Pasifik terekspos pada serangan dunia maya bertarget khusus dalam enam bulan pertama tahun 2015. Organisasi-organisasi dalam semua negara yang termasuk dalam laporan ini teramati memiliki keterpaparan/eksposur lebih besar terhadap serangan daripada tingkat rata-rata global.

Temuan penting lain dalam laporan itu meliputi:

  • 45 persen organisasi di Asia Tenggara lebih mungkin untuk diserang daripada rata-rata global. Laporan sebelumnya mendapati bahwa organisasi-organisasi itu hanya 7 persen lebih mungkin untuk diserang.
  • Hampir setengah dari organisasi-organisasi di Hong Kong dan Taiwan menerima serangan yang ditargetkan pada mereka.
  • Korea Selatan memuncaki beberapa peringkat di dalam laporan ini, termasuk volume tertinggi lalu lintas jaringan yang menghubungi kembali asalnya di dalam infrastruktur komando dan kontrol kelompok ancaman.
  • Tingkat keterpaparan Australia naik sebesar 30% dibandingkan temuan dalam Laporan Ancaman Tingkat Tinggi Regional sebelumnya dari perusahaan ini.

Industri-industri yang paling mungkin diserang adalah industri telekomunikasi, pemerintahan, pendidikan, layanan teknologi tinggi dan keuangan. Pendidikan meningkat secara signifikan peringkatnya dibandingkan temuan terdahulu.

“Kekayaan intelektual dan informasi sensitif Asia menarik serangan bertarget khusus oleh kelompok ancaman canggih,” ucap Eric Hoh, Presiden FireEye untuk Asia Pasifik Jepang.

“Meskipun kesadaran akan ancaman di kawasan ini meningkat, terlalu banyak pemimpin masih berasumsi bahwa organisasi mereka tidak ditarget, dan mereka terus mengandalkan sistem pertahanan tradisional. Sebagian besar organisasi perlu bergerak lebih cepat untuk meningkatkan keamanan mereka, karena serangan-serangan ini bisa mencapai mereka dalam hitungan milidetik. Saya harap temuan ini akan mendorong lebih banyak lagi organisasi melihat urgensi ancaman ini dan mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan pertahanan mereka,” tambahnya.

Kerangka waktu laporan ini, yaitu paruh pertama tahun 2015, merupakan periode yang sangat penuh peristiwa untuk keamanan dunia maya di kawasan Asia Pasifik. Pada bulan April, Tiongkok dilaporkan telah mengubah Great Firewall-nya menjadi senjata, mengubahnya menjadi yang oleh beberapa pihak, dinamakan Great Cannon (Meriam Besar). Tidak lama sesudahnya, FireEye mempublikasikan laporan APT30-nya, yang mengungkapkan kampanye spionase dunia maya yang sudah berjalan satu dekade, yang menarget berbagai organisasi di Asia Tenggara dan India dan mengincar informasi politik, ekonomi, dan militer. Pada bulan Mei dan Juni, pembobolan keamanan besar menjadi berita utama di Australia dan Jepang. (MN)

{adselite}

Comments
Loading...