Lagi, Bayi di Palembang Meninggal Karena Kabut Asap

MENARAnews, Palembang (Sumsel) – Setelah Arika Fatinah Ramadani, bayi perempuan berusia 15 bulan yang meninggal karena kabut asap di Sumsel dan dimakamkan Senin siang (12/10) di TPU Kebun Bunga Palembang, Diketahui, dihari yang sama, Latifah Ramadani seorang bayi perempuan berusia 1,3 tahun juga meninggal dunia karena kabut asap yang saat ini terjadi di Kota Palembang Sumatera Selatan.

Korban yang tercatat sebagai warga Jalan Ponorogo Lorong Jogja Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarami Palembang ini, meninggal dunia di Rumah Sakit Bari setelah dirujuk dari RS RK Charitas Palembang, sekitar pukul 17.00 WIB karena didiagnosa menderita penyakit ISPA.

Orang tua korban, Sugeng didamping istrinya Herlina mengatakan, anak bungsunya dari tiga bersaudara tersebut dirujuk ke RS Bari dari RS RK Charitas Palembang lantaran tak mampu membayar biaya pengobatan di RS RK Charitas Palembang. Anaknya didiagnosa dokter menderita penyakit ISPA karena kabut asap di Sumsel saat ini.

“Awalnya dirawat di RS  RS RK Charitas Palembang. Biayanya sangat mahal,  sehari semalam mencapai Rp 8 juta. Dari itulah, kami pindah ke ke RS Bari Palembang. Setiba di RS Bari anaknya langsung menjalani perawatan di ruang ICU, lima jam kemudian anak saya meninggal dunia,” kata pria yang bekerja sebagai buruh bangunan ini.

Menurutnya, selama sakit, anaknya mengalami sesak nafas dan muntaber. Untuk penyakit sesak nafas sendiri telah diderita korban sejak satu minggu yang lalu.

“Karena sesak nafas, anak saya sempat megap-begap, kalau untuk penyakit muntabernya baru-baru ini,” ungkapnya.

Diungkapkannya, penyakit yang diderita anaknya disebabkan kabut asap yang saat ini terjadi di Sumsel. Selain abut asap, udara yang dihirup banyak mengandung debu dan bakteri.

“Kami harap pemerintah agar serius mengani asap yang terjadi saat ini, sehingga tak terus-menerus jatuh korban jiwa,” tegasnya.

Lebih jauh dikatakannya, anaknya akan dimakamkan, Selasa (13/10) pukul 10.00 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Simpang Lima Lebong Siarang.

“Jadi, sekali lagi saya mohon kepada pemerintah agar dengan serius dan tegas menangi masalah asap. Jangan pemerintah hanya mau mendapat uang saja dan perusahaan terus membakar lahan,” harapnya dengan berlinangan air mata. (SI)

Comments
Loading...