Konsep OVORE Terintegrasi Berbasis SCADA Wujudkan Indonesia Mandiri Energi di Masa Depan

MENARAnews, Teknologi – Kebutuhan Energi dunia semakin hari semakin mengalami peningkatan. Menurut Proyeksi International Energy Agency (IEA) hingga tahun 2030 permintaan energi dunia meningkat sebesar 45% atau rata-rata mengalami peningkatan sebesar 1,6% pertahun.

Sekitar 80% kebutuhan energi dunia tersebut dipasok dari ahan bakar fosil, utamanya BBM.Tak terkecuali Indonesia yang energi utama sebagai penggerak kehidupan masyarakat berasal dari bahan bakar fosil. Untuk memperoleh energi yang berkelanjutan, kita memerlukan sumber energi yang terbarukan. Energi terbarukan merupakan energi dimana siklus materi pembawanya lebih cepat dari konsumsinya, sehingga dianggap tidak akan pernah habis dalam jangka waktu yang terbatas.

Indonesia memiliki berbagai macam potensi sumber energi alternatif yang berbeda-beda, tergantung kondisi wilayah danletak topografi wilayah tersebut. Ada wilayah yang memiliki potensi panas matahari yang cukup besar, ada wilayah yang memiliki panas bumi yang cukup besar, ada pula wilayah yang memiliki potensi gelombang air laut yang besar pula. Setiap wilayah memiliki karakteristik dan kelebihan masing-masing dalam hal potensi energi alternatif terbarukan sehingga tidak bisa dibuat sama rata dalam pengembangan pembangkit listrik terbarukan pada tiap-tiap wilayah.Oleh karena itu, tiap wilayah perlu mengembangkan potensi sumber energi alternatif yang dimiliki sesuai dengan karakteristik yang dimiliki wilayah mereka, sehingga energi listrik yang dihasilkan dapat maksimal dan terintegrasi antar wilayah sehingga terdapat kesinambungan antara pembangkit listrik yang satu dengan pembangkit listrik yang lain.

Selama ini pemerintah hanya menyediakan listrik dari PLN. Sehingga seakan kita dimonopoli untuk selalu ketergantungan energi yang dibutuhkan dari perusahaan energi, padahal jika kita bisa memanfaatkan dan mengembangkan sumber daya yang dimiliki dari tiap-tiap daerah. Tentu hal ini dapat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan energi. Sehingga masyarakat tidak tergantung pada energi yang disediakan oleh perusahaaan energi. Setidaknya untuk cakupan daerah kecil seperti satu desa, bisa  mengembangkan teknologi pemanfaatan energi untuk menuju kemandirian listrik.

Dengan potensi tersebut, menginspirasi tiga mahasiswa Jurusan Fisika Universitas Brawijaya yaitu Herlina Nurazizah, Irwan Syah Erlangga dan Pramudika Alfian Kumara untuk membuat sebuah gagasan konsep One Village One Renewable Energy (OVORE). Konsep ini dirasa menjadi sangat menarik untuk dilakukan dengan adanya House of Renewable Energy tiap desa. House of Renewable Energy merupakan nama bagi pembangkit listrik energi terbarukan skala kecil (mini) yang akan dibangun di tiap-tiap desa sebagai sumber energy alternatif yang akan menyuplai listrik bagi warga desa mereka. Selain itu pada tiap-tiap pembangkit listrik dilakukan pengintegrasian antar wilayah dengan berbasis SCADA. “Pengintegrasian disini adalah penyatuan atau penggabungan pusat kendali pada tiap-tiap House of Renewable  Energy supaya lebih mudah dalam mengontrol dan memonitoring energi listrik yang dihasilkan dari House of Renewable Energy per daerah sehingga pemerintah dapat melakukan management dengan efisien dan maksimal” ungkap Herlina.

Menurut Irwan selaku ketua tim, strategi usulan kepada pemerintah yang mungkin diterapkan adalah yang pertama meningkatkan kegiatan studi dan penelitian yang berkaitan dengan pelaksanaan identifikasi setiap jenis potensi sumberdaya energi terbarukan secara lengkap di setiap wilayah dan melakukan upaya perumusan spesifikasi dasar dan standart rekayasa sistem konversi energi yang sesuai dengan kondisi wilayah. Selanjutnya perbaikan kontinuitas penyediaan energi listrik, pengumpulan pendapat dan tanggapan masyarakat tentang pemanfaatan energi terbarukan tersebut.

Keuntungan utama dari penerapan konsep ini adalah menekan biaya investasi dengan menjajagi kemungkinan produksi massal sistem pembangkitannya, dan mengupayakan agar sebagian komponennya dapat diproduksi di dalam negeri, sehingga tidak semua komponen harus diimport dari luar negeri. Yang terakhir adalah melakukan sosialisasi pemanfaatan energi terbarukan sekaligus mengadakan analisis dan evaluasi lebih mendalam tentang kelayakan operasi sistem di lapangan dengan pembangunan beberapa proyek percontohan, Pemerintah dapat memberi prioritas pembangunan pada daerah yang memiliki potensi sangat tinggi, baik teknis maupun sosio-ekonomisnya.

Gagasan ini menjadi finalis Pekan Ilmiah Mahasiswa ke-28 yang diadakan oleh KEMENRISTEKDIKTI. Diharapkan dengan dirancangnya konsep OVORE yang terintegrasi antar wilayah berbasis SCADA ini, masyarakat lebih menyadari akan pentingnya pemanfaatan potensi energi listrik terbarukan dan dapat mengurangi krisis energi nasional. Sehingga di masa depan dapat terwujud Indonesia sebagai negara 100% mandiri energi dan 100% akan mengalami elektrifikasi. (MN)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,031PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles