Kepolisian Malaysia Tahan Hacker ISIS

MENARAnews, Kuala Lumpur – Seorang pria asal Kosovo, Rusia yang bernama Ardit Ferizi (20) akhirnya berhasil ditangkap oleh aparat keamanan Malaysia.

Ia diduga bertanggung jawab atas aksi peretasan terhadap ribuan data tentang informasi pejabat keamanan Amerika Serikat (AS). Setelah berhasil melakukan aksi peretasan itu, Ferizi menyerahkan data tersebut kepada kelompok militan ISIS.

Menurut keterangan dari Kementrian Kehakiman Amerika Serikat, Ardit Ferizi diduga sebagai pemimpin kelompok hacker Kosovo yang bernama Kosovo Hacker’s Security (KSH). Dalam melakukan aksi peretasannya, Ferizi menggunakan alias “Th3Dir3ctory”. Ferizi diklaim telah berhasil menerobos sistem keamanan di sebuah perusahaan AS dan kemudian mencuri data pribadi 1.351 staf militer dan pemerintahan Amerika.

Antara Juni dan Agustus 2015, Ferizi diduga telah menyerahkan data dan informasi rahasia itu kepada salah satu pimpinan Cyber Caliphate (kelompok hacker ISIS yang melakukan serangan dan propaganda di internet), Junaid Hussain yang juga dikenal sebagai Abu Hussain al-Britani.

Informasi rahasia itu kemudian diunggah ke akun Twitter Cyber Caliphate dengan judul “NEW: U.S. Military AND Government HACKED by the Islamic State Hacking Division!”. Dalam cuitannya itu, kelompok hacker ISIS juga mencantumkan hyperlink ke dokumen sepanjang 30 halaman yang berisi personal identification information (PII) staf militer dan pemerintahan AS.

ISIS kemudian mengancam akan melakukan eksekusi terhadap staf militer dan pemerintahan AS yang terdaftar dalam dokumen tersebut.

Kementrian Kehakiman Amerika Serikat menambahkan bahwa Ferizi terancam hukuman penjara selama 35 tahun dengan dakwaan peretasan dan pencurian identitas.

Berdasarkan informasi dari pihak keamanan Malaysia seperti dilansir Reuters, Ferizi memasuki Malaysia pada 2014 untuk belajar ilmu komputer dan forensik di Kuala Lumpur. Ferizi akan segera diekstradisi ke Amerika Serikat

“Pada awal penyelidikan, teridentifikasi bahwa tersangka melakukan komunikasi dengan salah satu pimpinan kelompok militan ISIS di Suriah dalam rangka meretas beberapa server yang berisi informasi tentang staf militer dan pemerintahan AS,” kata kepolisian Malaysia.

Sebelumnya, Malaysia telah melakukan penahanan lebih dari 100 orang terkait ISIS di tahun 2015 ini, termasuk pendukung ISIS dari Indonesia. (ADF)

{adselite}

 

Comments
Loading...