spot_img

Kenaikan Suku Bunga The Fed Tertunda, Rupiah Kembali Menguat ke Level Rp 14.200/USD

MENARAnews, Jakarta – Hari ini nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan di pasar spot, Selasa (06/10/2015) mengalami penguatan. Rupiah berada pada posisi Rp 14.200 per dolar AS.

Mengutip dari data Bloomberg pada pukul 11.55 WIB, nilai tukar rupiah meleji ke level Rp 14.236 per dolar AS. Sebelumnya pada Senin (05/10/2015), rupiah berada pada posisi Rp 14.503 per dolar AS.

Menurut data Yahoo Finance, rupiah berada pada posisi Rp14.266 per dolar AS, membaik 189 poin dari posisi penutupan perdagangan satu hari sebelumnya yang berada pada level Rp 14. 455 per dolar AS.

Pengutan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ini disebabkan oleh data serapan pekerja Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan hingga jauh berada di bawah proyeksi. Hal ini berdampak pada tertekannya nilai tukar dolar AS terhadap beberapa mata uang utama, sehingga memberi kesempatan bagi rupiah untuk melejit.

Sementara itu, menurut keterangan dari Reearch and Analyst PT Monex Investindo Futures, Putu Agus Pransuamitra, pada pekan lalu, data penyerapan tenaga kerja AS hanya bertambah 142.000 orang, yang berarati data penyerapan itu di bawah prediksi, yang mencapai 201.000 orang. Kondisi ini berakibat pada adanya kemungkinan suku bunga The Fed ditahan lebih lama atau tertunda. Namun demikian, kejelasan suku bunga masih bergantung pada pelaksanaan rapat The Fed yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan ini.

Putu juga mengungkapkan bahwa penguatan rupiah ini juga dipengaruhi oleh rencana pemerintah yang akan merilis paket kebijakan ekonomi pemerintah jilid III. Paket kebijakan ini dinilai lebih baik jika dibandingkan dengan paket kebijakan ekonomi sebelumnya.

Selain itu, Putu memprediksikan pengaruh data tenaga kerja AS akan terus berlanjut hingga hari ini, sehingga akan memberikan dukungan kepada rupiah untuk menguat lebih lanjut. Tak hanya itu, perilisan data ISM Non-Manufacturing oleh AS yang diprediksi akan mengalami penurunan dari 59 menjadi 58, bisa membuat rupiah menguat lebih besar lagi. (AD)

Editor: aldyf

{adselite}

 

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,045PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles