spot_img

Kapolda Papua : Polisi Hanya Melakukan Pengawasan Fungsional Bagi Keberadaan jurnalis Asing

MENARAnews, Jayapura (Papua) – Terkait pengawasan jurnalis asing yang akan masuk untuk melakukan peliputan di Papua,  Kapolda Papua mengatakan pihaknya masih kesulitan dalam pengawasan terhadap orang asing tersebut, karena dibatasi kewenangan.

“Kami dibatasi kewenangan, namun kami tahu itu ada permasalahan, maka dalam hal ini semua unsur terkait harus bisa bersinergi misalkan dengan pihak imigrasi, karena teman-teman di imigrasi mempunyai kewenangan utama dalam pengawasan orang asing ini, sedangkan kepolisian hanya melakukan pengawasan fungsional,” kata Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw, saat menjadi pemateri dalam seminar keterbukaan Papua bagi jurnalis asing, yang di gelar Indonesian Jurnalist Network (IJN) di Hotel Grand Abepura Jayapura, Selasa (6/10).

Dikatakan Kapolda, pengawasan fungsional oleh kepolisian artinya, kepolisian hanya melakukan  objek pengawasan terhadap kegiatan dan monitoring akan keamanan orang asing tersebut.

“Ini dilema, dan jadi masalah,” ujar Kapolda.

Kapolda Papua yang juga mantan Kapolda Papua Barat ini mencontohkan, saat dirinya menjabat   sebagai Kapolda Papua Barat, dimana, di Manokwari ada perusahaan asing dari Tiongkok dalam bidang industri semen, yang dikatakan, potensinya lebih besar dari pada semen Gresik. Namun setelah beroperasi, ternyata perusahaan semen tersebut memperkerjakan karyawan asing dan jumlahnya begitu banyak.

“Berdasarkan data kami karyawan asing di daerah itu ada 240 lebih, namun anehnya pihak imigrasi dan Dinas Tenaga Kerja hanya memiliki data 40 karyawan asing dalam perusahaan itu, dan kemudian timbul masalah, karena masyarakat disana tidak di akomodir, dan akhirnya terjadi gesekan. Maka seperti masalah itu, haruslah ada sinergitas yang baik dengan instansi lain,” tambah Kapolda.

Sama halnya dengan pengawasan terhadap jurnalis asing, Kapolda mengatakan, Kepolisian hanya sebatas melakukan pengawasan, sedangkan ijin masuk dan kegiatan mereka, sepenuhnya adalah kewenangan kementrian terkait. Kapolda dalam kesempatan itu juga menekankan pentingnya mewaspadai keberadaan jurnalis asing ke Papua, karena kata Kapolda, saat ini dan telah menjadi fakta, bahwa profesi jurnalis dimanfaatkan beberapa kepentingan, yang dapat mengancam keutuhan bangsa.

Saat ini jurnalis dimanfaatkan sebagai multi agen, dan itu fakta, selain itu, jurnalis juga dimanfaatkan oleh kelompok separatis untuk mengekspos pelanggaran HAM dan juga, jurnalis di manfaatkan oleh kelompok tertentu untuk melawan negara, bahkan jurnalis dimanfaatkan NGO internasional untuk kelompok tertentu.

“Saya mengingatkan kepada semua akan pentingnya menjaga kewaspadaan nasional, kami Polda Papua dan ada Kodam, Binda, IJTI, PWI dan IJN yang hadir dalam forum ini, ini adalah tugas kita, untuk mewaspadai masuknya jurnalis asing di Papua ini,” kata Kapolda. (Surya)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,045PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles