spot_img

KAMMI Palangka Raya : Kepemimpinan Jokowi-JK Gagal

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Kesatuan Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Palangka Raya menilai selama satu tahun menjalankan roda pemerintahan, Presiden Joko Widodo bersama dengan wakilnya Jusuf Kalla dianggap belum mampu memimpin bangsa.

Penilaian itu, disampaikan dalam aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan Kantor TVRI Kalteng, Jl. Yos Sudarso Kota Palangka Raya. “Salah satu kebijakan yang dianggap gagal dan membebani rakyat misin adalah kenaikan harga BBM, itu sangat menyakiti hati rakyat, pemerintah melupakan bahwa kebijakan tersebut telah behasil menaikan semua haga kebutuhan pokok dan kembali masyarakat kecil yang harus menerima akibatnya,” ucap Heru Khoirudi selaku Korlap aksi demo, Sabtu (31/10/2015).

Katanya, selama ini, banyak sekali janji Jokowi-JK yang seakan terlupakan dan tidak ada perwujudannya dalam waktu setahun. Bahkan jumlah rakyat miskin semakin meningkat bukan kesejahteraan yang meingkat.

“Kita pasti tahu tentang program kerja prioitas Nawacita yang diusung Jokowi-JK semua belum terbuktikan, bahkan rakyat kembali kecewa dengan kineja pemerintah yang dirasa jauh dari janji Nawacita dan perwujudan kesejahteraan nasional,” katanya.

Ditambah lagi dengan banyaknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan perusahan kepada buruh akibat lambatnya pertumbuhan ekonomi sehingga sebanyak 62.321 buruh telah diPHK di 14 provinsi.

“Ditambah peaturan Mentri Perdagangan No.87/2015 tentang Impor Produk Tertentu pada 15  Oktober lalu dirasa membahayakan para pelaku industri nasional seperti tidak melindumgi pelaku industri lokal,” ucapnya.

Massa yang juga mahasiswa itu, sempat menyuarakan bahwa bila Jokowi-JK tidak mampu memimpin bangsa lebih baik mundur dari pada rakyat yang menjadi korbannya.

“Miliki sifat gentlement bila tidak mampu memimpin bangsa, lebih baik mundur sehingga tidak menambah lagi kesengsaraan rakyat Indonesia,” tukasnya.

Diharapkannya juga, dengan datangnya Presiden RI ke Palangka Raya hari ini (31/10/2015) mereka bisa bertemu dengan orang nomor satu di Indonesia tersebut, namun mereka hanya mendengar tanpa bisa bertemu.

“Kami beharap sekarang juga bisa bertemu dengan Jokowi-JK untuk menyuarakan keluhan rakya kecil yang selama ini tidak merasa sejahtera dengan usia satu tahun kepemimpinannya,” harapnya.(Agus Fataroni)

Editor : Raudhatul N.

{adselite}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,045PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles