spot_img

Kabut Asap Tidak Bisa Diprediksi, Maskapai Sulit Tentukan Penerbangan

 

MENARAnews, Sampit (Kalteng) – Kondisi kabut asap yang tidak kunjung berkahir mengakibatkan kegiatan maskapai penerbangan di Bandara H. Asan Sampit selama hampir sebulan terakhir terganggu. Kondisi semakin diperparah karena selama sepekan terakhir penerbangan mengalami lumpuh total. Bahkan hingga hari ini tidak ada kegiatan penerbangan yang dilakukan oleh Kalstar Aviation sebagai satu-satunya maskapai yang beroperasi di Sampit.

“Seperti hari ini, jam 8 bagus jarak pandang  sampai 3000 meter, jam 9 jarak pandang mencapai 4000 meter, setengah 10 tiba-tiba (jarak pandang)  1000 meter,” ungkap Novallino, Branch Manager Kalstar Aviation, Jum’at (02/10/2015).

Perkembangan kondisi kabut asap yang tidak stabil mengakibatkan pihak maskapai tidak bisa memastikan penerbangan bisa dibuka kembali, namun saat ini pihak maskapai memtuskan untuk melihat kondisi kabut asap selama sehari sebelumnya untuk memutuskan apakah penerbangan akan dibuka atau dibatalkan. Sementara untuk hari ini tidak ada penerbangan karena asap yang menutupi bandara tidak mendukung.

“Hari ini kita nggak terbang, jarak pandangnya Cuma sedikit, sekitar 600 meter berdasarkan hasil monitor dan data BMKG” jelas Novallino.

Berdasarkan data Kalstar Aviation, penerbangan mulai terganggu kondisi kabut asap sejak tanggal 8 September 2015, awalnya hanya beberapa penerbangan yang ditunda dan di batalkan hingga sempat beberapa hari kondisi kabut asap mengakibatkan penerbangan lumpuh total. Bahkan penerbangan terakhir yang bisa dilakukan adalah pada tanggal 25 September 2015 dengan rute Sampit-Surabaya dan Sampit-Pangkalan Bun, setelah itu penerbangan lumpuh total hingga hari ini.

Novallino menjelaskan bahwa terdapat 12 pergerakan pesawat milik maskapai Kalstar Aviation yang beroperasi di Bandara H. Asan Sampit dalam keadaan normal, jika diperhitungkan dari gangguan penerbangan akibat kabut asap sejak sebulan yang lalu mengakibatkan kerugian yang cukup besar oleh pihak maskapai. Sebagai jalan lain, pihak maskapai merekomendasikan kepada calon penumpang untuk menggunakan jalur penerbangan melalui Pangkalan Bun karena kondisi cuaca di daerah tersebut cenderung lebih baik.

Namun disisi lain, pihaknya merasa prihatin karena tidak bisa bisa melayani calon penumpang secara maksimal, karena selama ini sering terjadi penundaan bahkan pembatalan penerbangan ketika penumpang sudah berada di bandara.

“kami mohon maaf karena tidak bisa melakukan pelayanan maksimal karena kondisi (kabut asap) ini” kata Novallino. (Hidayat)

Editor : Raudhatul N.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,041PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles