Kabut Asap di Tebing Tinggi Hampir Sama dengan Riau

MENARAnews, Medan (Sumut) – Hari ini, kabut asap tebal yang menyelimuti Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara dinilai warga adalah kabut yang paling tebal dibanding sebelumnya. Sudah banyak juga masyarakat yang terkena ISPA dari kabut asap. Selain mengganggu kesehatan, kabut asap juga mengakibatkan kegiatan ekonomi tersendat.

 

Harry Mulya, salah seorang pedagang kain di pasar Tebing Tinggi mengatakan, penjualannya mengalami penurunan selama bencana asap.

“Penjualan menurun, banyak orang gak mau ke pajak (pasar) karena asap,” ujarnya saat dihubungi via seluler.

Selain itu, menurut Harry, beberapa tukang becak pun mengeluhkan omset mereka selama bencana asap. Para tukang becak kehilangan penumpang karena kabut asap.

“Tadi di pajak pun banyak tukang becak yang ngeluh, mereka bilang asapnya tebal kali, jadi penumpang gak ada yang mau naik becak,” ujarnya.

“Kalok kek gini kondisinya takut juga kami, nanti sampek warna kuning pulak asapnya macem di sana (Pekanbaru),” tambahnya.

Disela pembicaraannya, Harry sempat memberi kritik terhadap pemerintahan Jokowi. Dirinya meminta Jokowi agar segera menuntaskan persoalan kabut asap yang ada di Sumatera dan Kalimantan. Pemerintah juga harus prihatin terhadap rakyatnya.

“Pemerintah harus serius dalam menghadapi bencana asap ini, gak bisa dibiarkan, kalau sampai lama bisa mati pelan-pelan rakyat ini,”pungkasnya.

Tak hanya di Tebing Tinggi, di Kota Medan juga diselimuti kabut asap tebal hari ini. Jarak pandang berkurang, dan kualitas udara juga menurun. Warga disarankan untuk mengurangi aktifitas diluar ruangan. (yug)

{adsellite}

Comments
Loading...