Jurnalis Asing, Kalau Baik Terima, Tidak Baik Tolak

MENARAnews, Jayapura (Papua) – Indonesian Jurnalist Network (IJN) atau Jaringan Jurnalis Nasional (JJN) menggelar seminar dengan tema Keterbukaan Papua Bagi Jurnalis Asing, yang digelar di hotel Grand Abe, Abepura Jayapura, Selasa (610).

Dalam seminar tersebut, pada sesi pertama menghadirkan Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw, Juru bicara Gubernur Papua La Madi delamato dan tokoh aktivis Papua Arkileus Baho. Selanjutnya, pada sesi kedua, hadir selaku narasumber, Pangdam XVII/Cenderawasih, Anggota DPR Papua Jimmy Ijie dan tokoh akademisi dosen Stikom Muhammadiyah Jayapura Dr. Nahria, M. Si.

Dalam sesi kedua, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian, disodorkan oleh moderator yang juga wartawan senior Papua Amir Hamzah Siregar, untuk membawakan materi pertama terkait tema yang diambil, dilihat dari sudut pandang dan tugas TNI dalam hal ini Kodam XVII/Cenderawasih.

“Jurnalis asing bagi kita khususnya ke Papua tidak ada masalah, tentunya dengan prosedur yang berlaku. Kehadiran jurnalis asing di Papua ada baiknya, karena selain bisa mengekspose kemajuan pembangunan di Papua untuk disebarluaskan ke dunia, juga dapat menjadi income bagi masyarakat, atas kunjugan asing tersebut,” kata Pangdam.

Dikatakan TNI sesuai dengan UU, TNI telah menjadi prajurit yang profesional, menghormati hak dan menjunjung tinggi hak asasi manusia, dengan tidak mengindahkan politik, ekonomi, sosial, dan budaya.

“Kalau kita hanya memperkuat militer kita, tanpa memperhatikan Poleksosbud sendiri, maka akan mengancam keutuhan bangsa,” ujarnya.

Senada dengan Pangdam Jimmy Ijie menegaskan bahwa, Negara Amerika saja sangat selektif memberlakukan pengamanan bagi media asing, bahkan tidak media saja, masyarakat umum yang akan berkunjung ke negara itu mendapatkan pemeriksaan yang ketat.

“Bisa jadi visa kita satu tahun baru keluar, atau malah tidak keluar sama sekali, nah ini mereka Amerika, kita juga demikian, memberlakukan pengamanan demi negara,” katanya.

Dikatakan, dalam konteks Papua sebatas jurnalis tersebut membawa isu seksi bagi Papua, dari segi keindahan alamnya, sehingga membuat orang mau datang berwisata ke Papua, maka kenapa tidak. Namun jika sebaliknya, maka kita wajib menolak mereka.

“Di negara mereka saja, kalau kita mau berbuat seperti itu, paling kita sudah di tangkap. Jadi kita juga harus sama disini,” ujarnya.(Surya)

{adselite}

Comments
Loading...