spot_img

Forum Lintas Iman Mengutuk Keras Pembakaran Gereja di Aceh Singkil

MENARAnews, Medan (Sumut) – Forum Lintas Iman Kota Medan Mengutuk keras tindakan pembakaran gereja HKI yang terjadi di Aceh Singkil, Selasa (13/10). Hal tersebut disampaikan oleh Pdt. Penrad Siagian dalam pertemuan dengan awak media di Sekretariat PGI Sumut, Rabu (14/10) siang tadi. 

Sekretaris Eksekutif Bidang Kesaksian dan Keutuhan Ciptaan PGI Pusat ini menyesalkan kejadian pembakaran gereja tersebut. Pihaknya menganggap kali ini pemerintah sudah absen dalam melindungi hak warga negaranya dalam melakukan ibadah.

“Mungkin respon yang diberikan kepada pihak – pihak terkait tidak sampai, mengambil tindakan – tindakan yang seharusnya. Baik dari pemerintah daerah, Polres Aceh Singkil dan Kodim Aceh Singkil, sehingga kemarin terjadi aksi intoleran yang dilakukan sekelompok massa,” ujarnya. 

Konferensi Pers pagi ini juga dihadiri, Martin Manurung Ketua PGI Kota Medan, Anton Sianipar Bidang Infokom PGI Kota Medan, Alexander Silaban S.Pd Ketua PAC Gamki Medan Area, M. Khoirun Siregar MAIB NU, Bishoff Manurung PGI Sumut dan Boy Tampubolon Sekretaris Gamki Kota Medan.

Sebelumnya di Jakarta sudah diadakan konferensi pers yang dihadiri oleh seluruh jejaring lintas iman. Forum lintas iman juga sedang meakukan koordinasi dengan seluruh lembaga keagamaan untuk mencegah konflik yang terjadi di Aceh Singkil merembet hingga ke Kota Medan. 

“ini untuk mencegah adanya aksi-aksi sweeping terhadap orang aceh yang ada di Medan karna ini akan menimbulkan dampak – dampak sosial yang tidak kita inginkan,” ujarnya.

Sampai saat ini, papar Pdt. Penrad, sudah 5000 orang yang mengungsi dari Aceh singkil karena ada gerakan yang melakukan sweeping disana. “Sebagian mengungsi ke Kecamatan Sipangindar, Dairi dan Tapanuli Tengah tepatnya di kecamatan Manduamas,” katanya. 

Informasi yang terakhir didapatkan, suasana mencekam masih menyelimuti Aceh singkil meskipun Kapolri akan turun langsung meninjau keadaan disana. PGI sudah bersepakat dengan jejaring lintas Iman bahwasannya negara sudah menjamin warga negaranya dalam kebebasan beragama.

“Jadi tidak satu kelompok pun yang memiliki hak lebih untuk mengkapling wilayah di negara ini adalah wilayahnya, selama itu masih warga negara Indonesia kalau itu terjadi masalah hukum, negara harusnya bertindak sesuai dengan hukum yang berlaku,” jelasnya. 

Pdt. Penrad beranggapan saat ini negara telah melakukan pembiaran dan seolah memberikan otoritas kepada masyarakat sipil untuk menjadi polisi – polisi yang bisa menghakimi yang lainnya. 

Perwakilan dari Majelis Alumni NU, M.Khoirun Siregar juga sangat menyesalkan kejadian yang terjadi di Aceh Singkil. Dari pertemuan siang tadi Forum Lintas Iman Kota Medan menuntut pemerintah pusat untuk mengambil sikap tegas dan segera menghentikan aksi-aksi intoleran yang bisa mengganggu kerukunan umat beragama. Selain itu pemerintah juga harus segera melakukan tindakan hukum untuk para provokator yang menyebabkan terkadinya pembakaran rumah ibadah yang ada di Aceh Singkil.

Untuk diketahui Forum Lintas Iman Kota Medan terdiri dari, PGI, FKUB, PW NU Sumut, PD NU Kota Medan, PW Muhammaddiyah Sumut, PGI Wilayah Sumut, MATAKIN Sumut, WALUBI Sumut, GKPPD, GMI, HKI, UIN Sumut, STT Abdi Sabda Medan, Anshor Sumut, IPNU Medan, GAMKI Sumut, KOMPA PGI Sumut.(yug)

 

{adselite}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,050PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles