Dugaan Terlibatnya Randiman Tarigan Dalam Dana Suap Interplasi DPRD-SU Juru Bicara KPK : Sudah Ada Lima Orang Yang Mengembalikan Uang ke KPK

MENARAnews, Medan (Sumut)Ditahannya mantan Gubsu, Gatot Pujo Nugroho beserta Istri dan koleganya terkait dugaan kasus suap terhadap Hakim PTUN Medan berbuntut panjang.

Hasil pendalaman kasus yang dilakukan oleh KPK diduga melibatkan banyak pihak, diantaranya anggota DPRD Sumatera Utara periode lalu maupun periode sekarang serta Sekretaris Dewan Randiman Tarigan yang baru saja dilantik menjadi PJ Walikota Medan.

Setelah KPK melakukan pengumpulan data keterangan dengan menghadirkan para terduga, hal tersebut diiringin dengan adanya isu sejumlah anggota Dewan, dan Sekwan telah mengembalikan dana indikasi berbagai suap, termasuk Indikasi suap Interpelasi yang telah mencoreng marwah institusi DPRD Sumatera Utara.

Walau diberbagai media massa telah ada yang berani menuliskan nama-nama anggota Dewan periode lalu yang telah mengembalikan dana. Diantaranya Berlian Mukhtar dan Evi Diana yang tidak lain merupakan istri dari Plt Gubsu H Tengku Erry Nuradi.

Juru Bicara KPK Yayuk yang dikonfirmasi wartawan Kamis (15/10) mengatakan, sehubungan dengan hal ini membenarkan, adanya sejumlah anggota Dewan yang telah mengembalikan uang suap tersebut. “ Ya benar ada lima orang yang telah mengembalikannya tetapi detailnya saya belum tahu.” Terang Yayuk. Saat dipertanyakan wartawan  kembali, apakah diantara kelima oknum pejabat dan mantan pejabat itu termasuk Randiman Tarigan. Yayuk menegaskan belum mengetahui detailnya.

Berhembusnya kabar  diduga Sekwan Randiman Tarigan dan anggota Dewan yang juga menerima uang suap  menjadi pembicaraan hangat dikalangan aktivis anti korupsi, dan menciptakan berbagai multi tafsir. Ada yang menyebut kalau pengembalian uang yang dilakukan oknum Dewan itu sebagai langkah bijak, agar apabila gelar perkara dilakukan oleh KPK akan mengurangi hukuman atau sama sekali oknum-oknum pintar ini akan bebas dari segala tuduhan.

Pendapat lain juga mengatakan, pengembalian uang ini dilakukan secara terpaksa, dikarenakan dikejar-kejar bayangan akibat ketakutan akan bernasib yang sama seperti Gatot, yang telah terlebih dahulu menginap di hotel prodeo KPK. Disisi lain tujuan pengembalian uang hanya semata-mata untuk mencuci tangan dan berupaya mengelabui penyidik KPK, bahwa oknum tersebut berupaya mengaburkan fakta, seolah-olah mereka tidak mengetahui jikalau dugaan uang suap tersebut masuk kerekening pribadinya.(Jwt)

{adselite}

Comments
Loading...