Dana Sosialisasi KPU Minim

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Akibat minimnya anggaran Pemilukada Serentak Provinsi Kalteng tahun 2015, KPU Kalteng membatalkan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat agar memberikan suaranya pada 9 Desember mendatang. Sosialisasi itu rencananya akan dilakukan di 17 lokasi yang ada di Provinsi Kalteng.

“Sebelumnya, kita berencana melakukan sosialisasi di 17 lokasi seperti terminal dan pasar, tetapi tidak dapat dilakukan karena anggaran yang minim. Sosialisasi kan juga perlu dana,” ungkap Ahmad Syar’I, Kamis (15/10/2015).

Minimnya anggaran, menurut Syar’I karena usulan dana yang diajukan sebelumnya Rp 179 Miliyar hanya disetujui sekitar Rp 137 Miliyar. Ditambah dengan Rp 8 Miliyar yang akan cair pada tahun 2016.

“Anggaran yang cair dari pemerintah hanya Rp 137 Miliyar yang diperuntukan bagi pelaksanaan Pemilukada di Kalteng. Sementara dana sosialisasi yang kita anggarkan sebelumnya bisa mencapai 70 sampai dengan 80 persennya,” lanjut Syar’I.

Anggaran sebesar Rp 179 Miliyar yang diusulkan sebelumnya oleh KPU sudah termasuk anggaran sosialisasi seperti pertemuan dengan masyarakat salah satu contoh ditempat keramayan seperti di pasar-pasar.

“Memang ada anggaran Rp 8 Miliar untuk 2016. Hanya saja dana itu nanti kita prioritaskan jika ada terjadi sengketa Pemilu dan pembayaran honorarium KPPS di Bulan Desember 2015. Memang kita sudah melakukan sosialisasi berupa pemasangan baleho, sementera untuk pertemuan-pertemuan untuk mengundang masyarakat yang berkaitan dengan anggaran tentunya tidak kita laksanakan karena tidak ada anggaranya,” jelasnya.

Namun demikian, Syar’I yakin bahwa partisipasi masyarakat Kalteng akan mencapai target nasional yakni 77,5 persen. Hal ini juga akan terbantu dengan adanya upaya dari Pemprov Kalteng untuk melakukan sosialisasi hingga ke tingkat kabupaten.

“Memang sebelumnya, Pemprov ingin membantu melakukan sosialisasi tetapi sampai saat ini belum ada pemberitahuan ke KPU sejauh mana upaya tersebut. Namun kita sudah perintahkan petugas KPPS untuk melakukan sosialisasi meski hanya dibayar Rp 350.000,-,” kata Syar’I. (Arliandie)

Editor : Raudhatul N.

Comments
Loading...