Bayi di Kota Palembang Meninggal Karena Kabut Asap

MENARAnews, Palembang (Sumsel) – Malang nian nasib Arika Fatinah Ramadani, bayi perempuan berusia 15 bulan yang tercatat sebagai warga Jalan Swadaya Lorong Keluarga RT 42 Pakjo Ujung Palembang Sumatera Selatan (Sumsel), Minggu (11/10) pukul 17.00 WIB meninggal dunia diakibatkan bencana kabut asap yang kini menyelimuti Kota Palembang.

Putri pertama dari pasangan M Bakri (31) dan Asnayanti (27) ini meninggal dunia setelah mendapatkan perwatan di ruang ICU selama dua jam di Rumah Sakit Siti Khodijah, Palembang.

Korban dikebumikan pada Senin (12/10) pukul 13.00 WIB di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kebun Bunga, Palembang.

Yamin (32), paman korban saat ditemui di pemakaman mengungkapkan, keponakannya tersebut meninggal karena kabut asap yang saat ini terjadi di Sumsel.

Bahkan sebelum meninggal dunia keponakannya sempat dirawat di rumah sakit menggunakan Jamsoskes. Dikarenakan penyakit keponakannya yang cukup serius,  keponakannya kemudian dirawat di ruang ICU dan akhirnya meninggal dunia.

“Apapun dianogsa dokter, keponakan saya jelas meninggal dunia karena kabut asap yang saat ini terjadi. Udara yang tidak sehat sangat berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat, terutama anak kecil dan bayi,” katanya.

Sementara suasana sedih diiringi isak tangis pihak keluarga mewarnai pemakaman tersebut. Nampak kedua orang tua korban lemas dan terpaksa dibopong kerabatnya usai pemakaman dilakukan.

Menurut M Bakri. ayah korban, tahun 2014 lalu memang anaknya pernah menderita batuk disertai demam tinggi saat kabut asap terjadi. Dan tahun ini bencana kabut asap kembali terulang hingga putri sulungnya tersebut kembali sakit hingga meninggal dunia.

“Sebelumnya, anak saya itu sehat tapi setelah saya mengajaknya ke rumah neneknya di kawasan Plaju, karena terhirup kabut asap hingga mengakibatkan anak saya menderita sakit batuk disertai panas tinggi,” ungkapnya.

Melihat penyakit anaknya, kemudian iapun membawa anaknya ke klinik. Namun ternyata, penyakit putrinya juga tak kunjung pulih.

“Dari itulah, saya membawa putri saya ke Rumah Sakit Siti Khodijah. Anak saya dirawat dan diberi bantuan pernafasan dengan menggunakan oksigen. Sore harinya, tiba-tiba penyakitnya bertambah parah, lalu dipindahkan ke ICU, setelah dua jam dirawat di ICU anak saya meninggal dunia. Jadi kabut asap yang terjadi saat inilah yang membuat putri saya meninggal. Saya harap, pemerintah segera mengatasinya agar ke depan tidak ada lagi korban lainnya,” harapnya. (SI)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,034PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles