spot_img

BARMAS : Pemerintah Harus Lakukan Audit ‘Karlahut’ Sumatera dan Kalimantan

MENARAnews, Medan (Sumut) – Setelah sebelumnya para aktivis HMI yang melakukan solidaritas untuk bencana asap di Sumatera dan Kalimantan dengan penggalangan dana, hari ini, Rabu (14/10) giliran puluhan aktivis yang menamakan dirinya Barisan Mahasiswa (BARMAS) melakukan aksi simpatik pembagian masker.

Aksi ini dilakukan di Bundaran Majestyk, Jalan Gatot Subroto, Medan. Dengan memakai masker dan membawa poster, mahasiswa mulai berorasi tentang dampak bencana asap dan dampaknya terhadap kesehatan. Pembakaran hutan di Riau dan Kalimantan, menyebabkan beberapa daerah yang berdekatan secara geografis terkena dampaknya. Seperti yang masih dirasakan warga Kota Medan, kabut asap hingga siang ini masih menyelimuti kota metropolitan itu.

“Indonesia sudah merdeka selama 70 tahun, ternyata masih banyak kesehatan yang tidak bisa diatasi Pemerintah,” ujar salah seorang massa aksi dari pengeras suara. 

Dalam tuntutannya, BARMAS mendesak pemerintah untuk melakukan aksi tanggap menanggulangi bencana karlahut di Sumatera dan Kalimantan.  

“Kami meminta agar pemerintah melakukan audit dan tindakan mafia hutan di Indonesia. Selamatkan masyarakat dari polusi uang mengakibatkan penyakit paru-paru, ISPA, iritasi mata dan penyakit lainnya sampai menelan korban jiwa. Lawan kapitalisme yang kebal hukum. Pemerintah harus bertanggung jawab dan mencari solusi demi kenyamanan serta kesejahteraan yang saat ini perekonomian macet diakibatkan kabut asap,” papar Nanda selaku Koordinator aksi.

Selain melakukan orasi, massa aksi juga membagikan masker kepada pengguna jalan yang melintas. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap warga Kota Medan yang terkena dampak bencana asap. Dari pantauan dilokasi, tampak seorang anak kecil yang memegang poster bertuliskan ‘Mereka Juga Saudaraku Indonesia Tanah Airku’ yang berdiri memakai masker didepan air mancur.

Sebelumnya, BLH Sumut, melalui kepalanya, Hidayati, pernah mengumumkan hasil pengukuran ketebalan asap di tiga titik yakni Bandara Kualanamu, Kantor Gubernur Sumut dan Polonia.

Meski belakangan Medan dan sekitarnya telah memasuki musim penghujan, namun ketebalan asap masih tetap terlihat dengan mata telanjang. Artinya, hujan tidak benar-benar efektif dalam meredakan kabut. (yug)

 

{adselite}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,039PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles