Akibat Kemarau Panjang Hasil Panen Di Samarinda Menurun Hingga 50 Persen

MENARAnews, Samarinda (Kaltim) – Nampaknya kemarau panjang yang melanda Kota Samarinda tak hanya berdampak pada kurangnya pasokan air bersih saja lantaran surutnya air sungai mahakam, namun kemarau juga berimbas terhadap penurunan produksi panen di Kota Samainda hingga 50 persen, dari semula 6 ton per hektar menjadi 3 ton per hektar.

Petani tak dapat menggarap sawahnya lagi lantaran tanah yang ada masih kering dan keras akibat hujan yang tak kunjung datang hal tersebut diungkapkan Marwan, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kota Samarinda saat di jumpai diruangannya pada Kamis (01/10/2015).

“Sebenarnya tidak sampai gagal panen, sebab saat ini sudah memasuki musim panen, sehingga petani dapat memanen padinya, Cuma saat ini kendalanya yaitu petani tak dapat menggarap lahannya sebab lahan yang ada kering, jadi tidak berani,” ucap Marwan.

Mantan Kepala DKP kota samarinda ini menyebut memang ada sebagian yang terlambat menanam sehingga terjadi serangan hama, seperti tikus tapi tidak gagal panen hanya saja musim panen berikutnya yang mengalami penundaan, lantaran terlambat dan tidak dapat memprediksi kapan terjadinya hujan, sementara untuk kerugian ekonomis tidak terlalu besar.

“Dampak ekonomisnya tidak terlalu besar lah ya, Cuma yang jadi masalah musim panen berikutnya mereka jadi telat sebab tanah yang ada keras dan tak mampu digarap, sementara untuk penurunan akibat hama tadi itu mencapai separuhnya, yang biasanya 6 ton per hektare, menajadi 3 ton per hektare,” tuturnya.

Marwan menjelaskan lebih lanjut untuk mengejar ketertinggalan telat tanam tersebut maka pihak petani hanya menunggu hujan turun sebab sarana penunjang produksi untuk petani sudah siap, baik mesin dan segala macamnya, sementara untuk lahan produktif yang ada di Kota Samarinda yakni 2100 hektare yang masih berproduksi.

“Tinggal menunggu hujan untuk digarap, kalau alatnya sudah lengkaplah jadi tidak perlu khawatir, seperti alat produksi dan semacamnya sementara setelah hujan yang mencukupi sudah mulai dapat disemai, paling lambat sebulan setelah hujan sudah bisa ditanam dapat normal kembali,” imbuhnya. (far/ant)

Comments
Loading...