306 Ijazah SMA Belum Ditandatangani

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Kasus yang bergulir antara mantan Kepala sekolah SMKN 1 Palangka Raya tak mau menandatangani Ijazah milik 306 siswa yang sudah diumumkan lulus pada April lalu terus bergulir, membuat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud)  Palangka Raya semakin geram.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Palangka Raya Hj Norma Hikmah mengatak bahwa dirinya sudah beberapakali menghubungi untuk mendapatkan alasan namun hasilnya nihil.

“Bohong kalau hanya sekali saja saya menghubungi, bahkan dia mengakui tidak mengangkat telfon saya dan tidak membalas SMS,” tuturnya saat diwawancara MENARAnews, usai membuka IHT, Kamis (8/10/2015).

Namun saat ini kami sudah mendapatkan jawaban yang cukup, pasalnya mantan kasek tersebut sudah bersedia untuk menandatangai Ijazah tersebut.

“Sekarang kami sudah mulai mendapatkan jawaban dari mantan kepala sekolah tersebut dan besedia untuk menandatangani semua ijazah yang sempat terbengkalai selama kurang lebih 6 bulan,” jelasnya.

 Sementara saat ditanaya oleh pihak Disdikbud apa sebab dan masalahnya sehingga tidak mau menandatangani ijazah tersebut pihaknya tidak mendapatkan jawaban apapun.

Kemarin sempat dipanggil oleh Komisi III DPRD, semoga saja dia bisa sadar tidak melakukan hal serupa, sebab itu memang tanggung jawabnya selama masih menjabat waktu itu, hal tersebut sangat saya sesalkan,” tukasnya.

Katanya, menjadi Kepala sekolah tersebut hanyalah jabatan tambahan yang sebenarnya adalah status guru, dan bila nantinya jabatan itu dicabut dirinya harus siap menjadi guru.

“Hal ini masih tanggung jawabnya, sebab tak mungkin tanggung jawab tersebut dilimpahkan kepada kepala sekoalah yang baru, karena itu memang tanggung jawabnya,” tegasnya.

Tambahnya, apabila dirinya tidak mau melaksanakan tanggung jawabnya maka kita akan proses sesuai aturan yang berlaku, sebab itu merugikan banyak orang salah satunya para peserta didik yang kan melanjutkan pendidikan ditingkat selanjutnya.

“Kami hanya memberi waktu hingga tiga hari sampai satu minggu untuk mendatangai semua ijazah tersebut, apabila dalam jangka waktu tersebut belum dilaksanakan tanggungjawabnya maka ke depanya akan kita panggil,” katanya.(Agus Fataroni)

Editor : Raudhatul N.

 

Comments
Loading...