Warga Kemang Agung Bentuk Posko SMKP

MENARAnews, Palembang (Sumsel) – Warga Kel. Kemang Agung membentuk posko Solidaritas Masyarakat Korban Penggusuran (SMKP) untuk menolak rencana penggusuran PT KAI.

Penolakan warga Kel. Kemang Agung kembali disuarakan karena belum ada titik temu antara warga dan PT KAI terkait rencana pembangunan double track di sepanjang perlintasan kereta api di Kel. Kemang Agung, Kec. Kertapati.

Manager Humas PT KAI Divre III Sumsel mengatakan bahwa pengerjaan proyek tersebut masih diproses.

“Kami belum menindaklanjuti proyek tersebut, masih dalam tahap awal,” tuturnya.

Ketua SMKP, Effendi Imron mengatakan bahwa posko SMKP didirikan sebagai tempat pengaduan warga terkait rencana penggusuran rumah warga di Kel. Kemang Agung. Ia juga menganggap warga maupun PT KAI sama-sama tidak memiliki surat kepemilikan yang sah.

“Kami disini mewakili warga. Kami hanya menyampaikan pengaduan warga yang menolak penggusuran. Tanah kami itu sudah turun-temurun dari nenek moyang kami. Janganlah main gurur-gusur bae. Mana surat-surat milik KAI, ini bukan tanah KAI,” tegasnya.

Sebelumnya, PT KAI sudah melayangkan surat kepada Ketua RT pada 31 Agustus 2015 sebagai pemberirtahuan bahwa PT KAI akan melakukan pengukuran tanah karena akan dibangun double tarack.

Warga juga berharap PT KAI dapat mengurungkan niatnya untuk membangun double track tersebut dan memikirkan nasib warga yang akan menjadi korban pengggusuran. (DE)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,034PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles