Temu Karya Se-Indonesia Sisakan Kekecewaan Seniman Terhadap Disbudpar Sumsel

MENARAnews, Palembang (Sumsel) – Temu karya se-Indonesia di Kupang, NTT pada tanggal 8-13 September 2015 lalu ternyata menyisakan kekecewaan bagi seniman di Sumsel, khususnya Palembang. Dimana acara yang dihadiri 34 Provinsi itu semua daerah menampilkan segala bidang seni, seperti tari, musik etnik, teater, dan seni rupa, sementara Sumsel hanya menampilkan karya seni rupa saja.

“Itu juga dihadiri oleh semua Kadisbudpar provinsi masing masing dan Kepala Taman Budayanya. Kemana Kadisbudpar Sumsel, janjinya mau datang, tidak muncul sama sekali batang hidungnya. Sumsel juga hanya menampilkan seni rupa,” ungkap Ketua Bidang Seni Rupa, Dewan Kesenian Palembang (DKP), Martha Astra, Senin (28/9).

Martha kembali menceritakan, acara temu karya itu sendiri dibuka langsung oleh Gubernur NTT serta dihadiri langasung oleh Dirjen Kebudayaan. Disana memamerkan karya seni rupa dari 34 provinsi yang terdiri atas 120 karya seni rupa di galeri yang diberi nama Oko Mama, NTT itu.

“Sangat menyedihkan Sumsel hanya menghadirkan seni rupa. Hanya dua orang yang tampil kesana, Eddi Pahyuni dan saya sendiri,” ucapnya.

Ketika dtanya mengapa bidang seni lain di Sumsel tidak hadir atau dipertunjukkan juga disana, Martha mengatakan jika yang lain tidak bisa hadir karena kurangnya kepedulian pemerintah Sumsel khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

“Padahal sebelumnya Sumsel telah diundang langsung oleh Kepala Taman Budaya NTT, namun tidak ada respon sama sekali. Bahkan, Kepala Taman Budaya NTT tersebut meminta performa musik etniknya dari rejung pesirah. Karena tidak ada respon dari Disbudpar Sumsel akhirnya tidak bisa tampil, digantikan oleh musik etnik Sumut Tapanuli. Secara pribadi, saya sangat kecewa dengan Plt. Disbudpar. Dia pernah mengeluarkan statement akan hadir disitu, namun bohong besar” tutupnya dengan mimik wajah yang kecewa. (AD).

Comments
Loading...